Ntvnews.id, Jakarta - Bahasa Indonesia kini resmi menjadi bagian dari layanan multibahasa di portal berita Vatican News. Kehadiran bahasa ini menandai langkah penting dalam memperluas akses informasi mengenai aktivitas Paus, dinamika Takhta Suci, kehidupan gereja-gereja partikular, hingga perkembangan isu global bagi masyarakat Indonesia.
Peresmian penggunaan Bahasa Indonesia tersebut berlangsung dalam sebuah acara inaugurasi kerja sama antara pihak Indonesia dan Takhta Suci. Duta Besar Republik Indonesia untuk Vatikan, Michael Trias Kuncahyono, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses diplomasi yang telah dimulai sejak tahun 2024.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Bahasa Indonesia di Vatican News memiliki makna khusus. “"Momentum ini merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Katolik di Indonesia..” kata Michael Trias Kuncahyono. Bahasa Indonesia juga tercatat sebagai bahasa pertama dari kawasan Asia Tenggara yang digunakan dalam platform tersebut.
Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Agustinus Tri Budi Utomo, bersama Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Paolo Ruffini.
Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, yang juga menjabat sebagai Uskup Keuskupan Surabaya, menyampaikan harapan agar kolaborasi ini dapat menjadi sarana pewartaan yang membawa sukacita bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Prabowo Minta Bahlil Cari Pasokan Minyak dari Negara Lain Buntut Perang di Timur Tengah
“"Dengan kerja sama ini, kini masyarakat Indonesia akan mendengar langsung pesan dari Paus dan berita dari Vatikan dalam bahasa ibunya yaitu Bahasa Indonesia," kata Mgr. Didik.
Sebagai portal resmi Takhta Suci, Vatican News berperan menyampaikan berbagai informasi penting melalui beragam format, mulai dari teks, audio, video, hingga gambar. Platform ini juga terintegrasi dengan berbagai media lain seperti Radio Vatikan, L’Osservatore Romano, dan Vatican Media, yang bersama-sama membentuk ekosistem komunikasi global berbasis multibahasa dan multikanal.
Dalam pandangan Paolo Ruffini, penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News diharapkan mampu menghadirkan informasi dari Vatikan dalam konteks yang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Ia juga menyoroti bahwa antusiasme besar masyarakat Indonesia saat kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2024 menjadi salah satu pendorong utama terwujudnya kerja sama ini.
Ruffini menambahkan bahwa inisiatif tersebut juga mencerminkan hubungan diplomatik yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Takhta Suci. Pada tahun 2025, hubungan tersebut genap memasuki usia 75 tahun.
Baca Juga: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati Akibat Virus Panleukopenia
Secara historis, Takhta Suci bahkan menjadi negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947 melalui pengiriman delegasi Apostolik yang mendukung perjuangan generasi muda saat itu. Lebih jauh, Ruffini mengungkapkan visi besar dari pengembangan platform ini
“"Impian kami adalah menciptakan platform di mana komunitas Katolik di seluruh dunia terhubung sepenuhnya, memungkinkan mereka untuk berbagi tidak hanya teks, gambar, dan audio secara real-time, tetapi juga pengalaman hidup Gereja, dimana pun mereka berada,” ungkap Ruffini.”
Penandatanganan kerja sama ini diyakini tidak hanya memperluas akses informasi, tetapi juga memperkuat komunikasi pastoral serta mempererat hubungan antara Vatikan dan umat Katolik di Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar RI menilai bahwa kesepakatan ini merupakan langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas di masa depan. Ia berharap Komisi Komunikasi Sosial KWI bersama Dikasteri Komunikasi Takhta Suci dapat terus menjaga komitmen dan konsistensi dalam mengimplementasikan kolaborasi tersebut.
Uskup Agustinus Tri Budi Utomo, Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), bersama Paolo Ruffini, Prefek Dicastery for Communication (Vatican News)