Rumah Sakit Militer AS di Jerman Kewalahan Tangani Korban Serangan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 17:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mayat Tentara Amerika Mayat Tentara Amerika (Military Watch)

Ntvnews.id, Jakarta - Pusat Medis Regional Landstuhl, yang berlokasi dekat Pangkalan Udara Ramstein, fasilitas Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) terbesar di Eropa, menghentikan sementara layanan persalinan.

Langkah ini dilakukan untuk memprioritaskan perawatan terhadap anggota militer yang terluka akibat konflik di Timur Tengah, yang diperparah oleh serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS.

Melansir Military Watch Magazine, Senin (9/3/2026), rumah sakit bahkan telah melayangkan seruan mendesak untuk donor darah, menandakan situasi darurat berskala besar.

Fasilitas ini merupakan satu-satunya Pusat Trauma Tingkat II AS di luar negeri dan berperan sebagai pusat evakuasi dan perawatan utama bagi anggota militer yang terluka dari Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

Baca Juga: Pramono Beli Sarung di Bazar Ramadan di Balai Kota

Dengan meningkatnya jumlah korban, rumah sakit harus mengalokasikan ulang sumber daya dan ruang perawatan. Sebuah memorandum yang ditandatangani pimpinan rumah sakit menegaskan bahwa keputusan ini dibuat pada tingkat sangat tinggi di Departemen Pertahanan AS.

Meskipun pejabat Iran mengklaim bahwa "500 personel AS telah tewas pada tanggal 4 Maret," hanya empat hari setelah serangan balasan AS dan Israel memicu serangan Iran di berbagai target di Timur Tengah, pihak AS belum mengonfirmasi angka korban sebesar itu.

Selain itu, kelompok paramiliter Irak yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah menyebabkan "lebih dari 100 korban jiwa dari pihak AS" melalui serangan terhadap hotel-hotel besar dan fasilitas lain yang menampung personel militer.

Baca Juga: Lebaran 2026 Berpotensi Gak Bareng Muhammadiyah, Ini Kata Kemenag

Sejak 28 Februari 2026, skala serangan rudal dan drone Iran terhadap fasilitas militer AS, termasuk hotel dan bangunan sipil tempat personel menginap, mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Serangan ini tersebar di hampir seluruh wilayah Teluk, memicu ekspektasi korban jiwa yang tinggi. Tekanan yang muncul pada layanan medis di Jerman, terutama di Landstuhl, menunjukkan bahwa kerugian akibat konflik memang sangat besar.

x|close