Ntvnews.id, Jakarta - Militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa satu personel militernya meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka-luka akibat serangan Iran di kawasan Timur Tengah. Dengan kematian terbaru ini, jumlah total tentara AS yang tewas sejak konflik memanas pada akhir Februari mencapai tujuh orang.
United States Central Command (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, menyampaikan bahwa personel militer tersebut meninggal dunia pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat. Informasi itu disampaikan dalam pernyataan terbaru yang dilaporkan oleh AFP dan Al Arabiya pada Senin (9/3/2026).
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut bahwa tentara tersebut meninggal dunia "akibat luka-luka yang dideritanya selama serangan awal rezim Iran di seluruh Timur Tengah" pada 1 Maret lalu.
Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Tenor Cicilan Rumah Subsidi Jadi 30 Tahun
Militer AS tidak mengungkapkan rincian tambahan mengenai kronologi serangan yang menyebabkan luka tersebut. Penyebab pasti kematian juga tidak dijelaskan lebih lanjut. Selain itu, identitas prajurit yang meninggal masih dirahasiakan, setidaknya hingga 24 jam setelah pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga.
Kematian terbaru ini menambah daftar korban di pihak militer Amerika Serikat sejak rangkaian serangan Iran dimulai. Secara keseluruhan, tujuh tentara AS dilaporkan tewas akibat serangan yang menargetkan fasilitas militer Washington di kawasan Teluk.
Sebelumnya, enam tentara AS lainnya dilaporkan tewas setelah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dihantam serangan Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut kemudian memicu respons dari Teheran.
Baca Juga: Viral Aparat Desa di Bogor Minta Jatah THR ke Pengusaha, Kades Bilang Begini
Iran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal yang menyasar berbagai target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, pada Sabtu (7/3) Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat menghadiri seremoni pemulangan jenazah enam tentara yang sebelumnya tewas dalam konflik tersebut.
Upacara pemulangan itu digelar di sebuah pangkalan militer di Delaware, sebagai penghormatan bagi para prajurit yang gugur dalam operasi militer di Timur Tengah.
Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (The Aviation Geek Club)