Ntvnews.id, Teheran - Kantor berita semiresmi Iran, Fars News Agency, melaporkan lebih dari 350 kapal saat ini tertahan dan menunggu izin untuk melintasi Selat Hormuz, sekitar 27 hari sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Mengacu pada perkembangan terbaru di lapangan, Fars menyebut jalur perairan tersebut masih ditutup bagi kapal-kapal yang berasal dari atau berafiliasi dengan AS, Israel, serta sekutu mereka. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas tanpa persetujuan dari otoritas Iran.
Selain itu, kapal-kapal yang berada di kawasan tersebut dilaporkan telah diminta untuk mematikan sistem operasionalnya dan tetap berada di posisi masing-masing. Kondisi ini menunjukkan kontrol ketat yang diberlakukan Iran terhadap jalur strategis tersebut.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Ini Sosok Komandan Angkatan Laut IRGC yang Tewas Dibunuh Israel
Menurut laporan Fars, dari ratusan kapal yang tertahan, terdapat sekitar 25 kapal tanker raksasa (supertanker), 200 kapal tanker minyak, serta 70 kapal pengangkut LNG dan CNG.
Disebutkan pula bahwa tanpa izin dari Iran, kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun bersandar di pelabuhan regional karena jalur laut masih sepenuhnya berada di bawah pengawasan angkatan bersenjata Iran.
Sementara itu, komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps, Alireza Tangsiri, dalam unggahan di platform X pada Selasa, 24 Maret 2026, menegaskan bahwa setiap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz wajib berkoordinasi penuh dengan otoritas maritim Iran.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran yang menyebabkan korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Baca Juga: Serangan Iran Picu Kerusakan Pesawat di Bandara Dubai
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz, termasuk memblokir kapal-kapal yang terafiliasi dengan kedua negara tersebut.
(Sumber: Antara)
Api keluar dari kapal kargo Thailand setelah diserang di Selat Hormuz, Iran, Rabu (11/3/2026). (Antara)