Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap arah perekonomian nasional saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik dan geoeonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit hingga Daging Ayam Turun, Inflasi RI April 2026 Terkendali
Dalam pemaparan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah target ekonomi makro untuk periode 2026-2027. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat dari kisaran 5,4–5,6 persen pada 2026 menjadi 5,8-6,5 persen pada 2027.
Sementara inflasi diperkirakan tetap terjaga dalam rentang 1,5-3,5 persen, dan nilai tukar rupiah diproyeksikan stabil di kisaran Rp16.500–Rp16.900 per dolar AS pada 2026 serta Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
Berikut Infografiknya:
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5). Dalam kesempatan ini, ia menegaskan optimismenya terhadap perbaikan arah perekonomian Indonesia. (Antara)
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5). Dalam kesempatan ini, ia menegaskan optimismenya terhadap perbaikan arah perekonomian Indonesia. (Antara)