Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.551 Triliun pada April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 19:44
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tumpukan uang Rupiah Tumpukan uang Rupiah

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kredit perbankan pada April 2026 tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,49 persen (yoy). 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada April 2026 masing-masing tumbuh sebesar 19,48 persen (yoy), 6,04 persen (yoy), dan 6,13 persen (yoy). 

"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen," ucap Perry, Rabu 20 Mei 2026. 

Baca juga: 1.061 KDKMP Beroperasi, Prabowo: Ada Sembako, Elpiji, Pupuk, Obat hingga Kredit Murah

Perry menyebut fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.551,42 triliun atau 22,57 persen dari plafon kredit yang tersedia.

Ia mengatakan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 25,39 persen dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 11,39 persen (yoy) pada April 2026. 

Efisiensi suku bunga perbankan juga dapat ditingkatkan, dimana pada April 2026 suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen dan suku bunga deposito 1 bulan sebesar 4,16 persen. 

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan RIM dan KLM untuk terus mendukung penyaluran kredit/pembiayaan perbankan. 

Baca juga: Prabowo Instruksikan Bunga Kredit Keluarga Prasejahtera di Bawah 9 Persen

"Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut," tandasnya.

x|close