Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin 14 September 2026.
Adapun IHSG pada penutupan perdagangan Jumat 11 September 2026 terkoreksi sebesar 0,73 persen ke level 6.541 dan masih didominasi oleh tekanan jual.
Dalam kajiannya MNC Sekuritas menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dan menguji area 6.370-6.451.
Meski demikian, IHSG mampu ditutup di atas MA20. Namun, pergerakan tersebut juga membentuk gap pada rentang 6.552-6.585.
"IHSG masih rawan menguji 6.370-6.451," tulis MNC Sekuritas dalam kajiannya dikutip, Minggu 13 September 2026.
Baca juga: IHSG Jelang Akhir Pekan Melemah ke Level 6.500-an
Baca juga: Proyeksi IHSG Jumat 11 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada DEWA dan UNTR
Sementara itu, level support IHSG berada di 6.448 dan 6.318. Kemudian level resistance berada di 6.633 dan 6.705.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham yang dapat dicermati diantaranya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
ADMR
ADMR terkoreksi 2,74 persen ke 1,600 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Diperkirakan, posisi ADMR saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].
Buy on Weakness: 1,540-1,585
Target Price: 1,710, 1,765
Stoploss: below 1,500
INET
INET terkoreksi 0,58 persen ke 344 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun koreksinya tertahan oleh cluster MA20 dan MA200. Diperkirakan, posisi INET saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 296-318
Target Price: 366, 400
Stoploss: below 288
NCKL
NCKL terkoreksi 1,57 persen ke 940 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun sudah menembus MA20. Diperkirakan, posisi NCKL saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [Y].
Buy on Weakness: 840-910
Target Price: 980, 1,060
Stoploss: below 830
DSNG
DSNG terkoreksi 2,40 persen ke 1,625 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Diperkirakan, posisi DSNG sedang berada pada bagian awal dari wave (B) dari wave [B] pada label hitam atau awal wave [C] pada label merah.
Hal tersebut berarti, DSNG masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang 1,400-1,585.
Sell on Strength: 1,655-1,680.
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)