BNP Menang Telak dalam Pemilu Parlemen Bangladesh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 21:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Warga Bangladesh mengikuti pemilu. (Anadolu/as) Arsip - Warga Bangladesh mengikuti pemilu. (Anadolu/as) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dilaporkan meraih mayoritas mutlak dalam pemilihan parlemen Bangladesh yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026. Hasil tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi upaya pemulihan stabilitas politik pasca-gejolak besar pada 2024.

Pemilu ini memperebutkan 299 dari total 300 kursi parlemen unikameral dan merupakan pemungutan suara pertama sejak gelombang demonstrasi mahasiswa yang berujung pada lengsernya Perdana Menteri Sheikh Hasina pada 2024.

Hasina meninggalkan Bangladesh menuju India pada Agustus 2024. Setelah itu, pemerintahan sementara dibentuk dengan peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus sebagai penasihat utama.

Menurut laporan media, partai yang dipimpin Tarique Rahman, yang kembali ke Bangladesh pada Desember 2025 setelah 17 tahun menjalani pengasingan sukarela di Inggris, berhasil mengamankan lebih dari dua pertiga kursi parlemen. BNP unggul atas pesaing terdekatnya, Jamaat-e-Islami, serta sejumlah partai kecil lainnya.

Sebelumnya, BNP berada di posisi oposisi selama pemerintahan Hasina, yang diwarnai kerusuhan mematikan dipicu protes mahasiswa terkait kebijakan kuota pekerjaan yang kontroversial.

Baca Juga: Hasil Pemilu Thailand yang Tak Disangka

Perdana Menteri India Narendra Modi melalui unggahan di platform X menyampaikan selamat kepada Rahman. Ia menegaskan bahwa “India akan terus mendukung Bangladesh yang demokratis, progresif, dan inklusif.”

Sementara itu, pemungutan suara untuk satu kursi parlemen lainnya dijadwalkan ulang setelah seorang kandidat meninggal dunia.

Selain pemilu legislatif, referendum mengenai reformasi kelembagaan juga digelar secara bersamaan.

Hasil sementara menunjukkan mayoritas pemilih mendukung sejumlah perubahan, termasuk rencana pembentukan parlemen bikameral serta pembatasan masa jabatan perdana menteri.

Baca Juga: Jepang Gelar Pemilu Kilat di Tengah Salju

(Sumber: Antara) 

x|close