Korban Tewas Penembakan di Bangsamoro Bertambah Jadi 4 Orang, Polisi Selidiki Kasusnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 14:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro Kapten Steffi Salanguit. (ANTARA/Facebook/PNP Police Regional Office Bangsamoro Autonomous Region) Juru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro Kapten Steffi Salanguit. (ANTARA/Facebook/PNP Police Regional Office Bangsamoro Autonomous Region) (Antara)

Ntvnews.id, Cotabato City - Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan bersenjata yang terjadi di Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro di Mindanao (SGA-BARMM), Filipina, bertambah menjadi empat orang. Dua korban yang sebelumnya mengalami luka-luka dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Juru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro, Kapten Steffi Salanguit, pada Rabu menyebut kedua korban yang meninggal tersebut adalah Romeo Lombo dan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. Sebelumnya, dua korban lain yang tewas di lokasi kejadian telah diidentifikasi sebagai Musalik Balang (45) dan Haron Boliongan (35).

Menurut Salanguit, insiden penembakan terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 waktu setempat di Barangay Malingao, wilayah Kadayangan. Saat itu, sekelompok pria bersenjata menyerang para korban yang merupakan warga setempat.

"Sementara itu sebanyak empat korban luka masih di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Kapten Steffi Salanguit dalam wawancara radio.

Baca Juga: Gedung Runtuh di Filipina, 21 Orang Tewas

Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa penyerangan dipicu oleh konflik yang berkaitan dengan transaksi narkoba ilegal. Polisi menduga para korban dan pelaku memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut, meskipun identitas para penyerang masih dalam proses pencarian.

"Sekitar delapan orang tiba di desa itu, dan tanpa ancaman menembak ke arah para korban," jelas Salanguit.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari aparat desa dan masyarakat sekitar, lokasi kejadian diduga sering digunakan sebagai tempat berlangsungnya transaksi narkoba. Keterangan tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Kadayangan Duma Mascud mengatakan para pelaku datang menggunakan kendaraan pribadi dan tiba di Barangay Malingao sesaat sebelum penembakan terjadi.

Baca Juga: Tembakan Gegerkan Gedung Senat Filipina

"Sebanyak tiga orang turun dari kendaraan dan menembaki warga sipil dengan motif yang masih ditelusuri," kata Mascud.

Pasca kejadian, Kepolisian Maguindanao del Norte yang memiliki kewenangan hukum di wilayah tersebut telah menambah jumlah personel keamanan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi serupa dan menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan adanya warga yang mengungsi akibat insiden penembakan tersebut. Proses penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan oleh aparat keamanan setempat.

(Sumber: Antara)

 

x|close