Gedung Runtuh di Filipina, 21 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 13:01
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di reruntuhan bangunan setelah runtuh, di Angeles, Provinsi Pampanga, Filipina, pada 24 Mei 2026. Bureau of Fire Protection / Handout/ Anadolu Agency/pri. Tim penyelamat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di reruntuhan bangunan setelah runtuh, di Angeles, Provinsi Pampanga, Filipina, pada 24 Mei 2026. Bureau of Fire Protection / Handout/ Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah gedung yang masih dalam tahap pembangunan runtuh di Kota Angeles, Filipina. Di antara korban tewas terdapat seorang bayi, sementara tim penyelamat masih melanjutkan upaya pencarian di lokasi kejadian.

Menurut laporan GMA News pada Selasa, 2 Juni 2026, proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan dengan bantuan alat berat yang digunakan untuk membersihkan puing-puing bangunan serta membuka akses menuju area yang terdampak paling parah.

Peristiwa tersebut terjadi pada 24 Mei ketika gedung setinggi sembilan lantai yang masih dalam proses konstruksi tiba-tiba ambruk. Sejak awal kejadian, otoritas setempat memperkirakan sekitar 30 hingga 40 orang kemungkinan terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Baca Juga: Tembakan Gegerkan Gedung Senat Filipina

Hingga kini, jumlah korban jiwa yang berhasil ditemukan mencapai 21 orang. Tim penyelamat masih bekerja di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di bawah tumpukan material bangunan.

Pemerintah Kota Angeles bersama instansi terkait telah membuka penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti runtuhnya gedung tersebut. Sejumlah aspek teknis pembangunan, termasuk kepatuhan terhadap izin konstruksi dan standar keselamatan bangunan, menjadi fokus pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, izin yang diberikan hanya mencakup pembangunan hotel setinggi sembilan lantai. Namun, saat insiden terjadi, diketahui terdapat proyek pembangunan kolam renang di lantai kesepuluh yang tidak termasuk dalam izin awal pembangunan.

Baca Juga: Filipina Undang Putin Hadiri KTT ASEAN 2026 di Manila, Respons Rusia Masih Ditunggu

Temuan tersebut menjadi salah satu aspek yang sedang didalami oleh penyelidik untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran konstruksi atau faktor lain yang berkontribusi terhadap ambruknya bangunan.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan konstruksi yang memicu perhatian publik di Filipina, terutama terkait pengawasan proyek pembangunan dan penerapan standar keselamatan kerja di sektor konstruksi.

(Sumber: Antara)

x|close