Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat pembaruan agenda terkait kemungkinan pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
"Nanti coba kami cek ya karena kita belum mendapatkan update apakah memang betul ada agenda ketemu dengan Presiden Trump," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Meski demikian, Prasetyo memastikan Presiden Prabowo akan mengambil peran penting dalam forum ekonomi global tersebut. Kepala Negara dijadwalkan menjadi salah satu pembicara yang akan menyampaikan pandangan Indonesia di hadapan para pemimpin dunia.
"Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara. Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat," kata dia.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kunci atau keynote speech dalam World Economic Forum 2026 pada Kamis, 22 Januari 2026. Berdasarkan informasi di laman resmi World Economic Forum, pidato khusus atau special address Presiden Prabowo akan berlangsung pada pukul 14.00 hingga 14.30 waktu setempat (Central European Time/CET).
Baca Juga: Prabowo Dijadwalkan Berpidato di WEF Davos pada 22 Januari
Dalam sesi tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.
World Economic Forum merupakan forum ekonomi global yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan para pemimpin negara, ekonom, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan global untuk berdialog mengenai tantangan ekonomi dunia saat ini dan proyeksi ke depan. Penyelenggara WEF merupakan organisasi non-pemerintah sekaligus think tank yang bermarkas di Cologny, Jenewa, Swiss.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah pemimpin dunia lainnya juga dijadwalkan menyampaikan pidato khusus, di antaranya Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Baca Juga: Tiba di London, Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia dan Inggris
Sebelum menghadiri forum di Davos, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan ke London, Inggris. Dalam kunjungan tersebut, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.
Di London, Presiden Prabowo akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Keir Starmer untuk membahas sejumlah kerja sama strategis, terutama di bidang ekonomi dan maritim. Setelah itu, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III, dengan agenda pembahasan yang mencakup pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama sejumlah tokoh filantropi dunia.
(Sumber: Antara)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)