Kunjungi Sultan Kutai, Gubernur Kaltim Harap Protokoler Kenegaraan Hormati Tokoh Adat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jan 2026, 10:38
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Mohammad Arifin. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Mohammad Arifin. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H. Adji Mohammad Arifin didudukkan di barisan belakang saat acara peresmian proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 16 Januari 2026. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dan menyapa para hadirin.

Usai momen tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud langsung menyambangi Sultan Kutai di kedatonnya.

"Kamis, 15 Januari 2026, saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengunjungi Kedaton Kutai Kartanegara dalam rangka mempererat tali silaturahmi, arahan dan petunjuk dari Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H. Adji Mohammad Arifin," ujar Rudy dalam unggahan akun Instagram miliknya, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

Rudy pun berjanji akan mengingat arahan Sultan. Utamanya terkait penempatan posisi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. 

Baca Juga Anggota Brimob Polda Aceh Diduga Desersi dan Gabung dengan Tentara Rusia

"Jadi kami, Ayahanda Sultan akan mengingat semua arahan Ayahanda Sultan. Terutama adalah untuk kegiatan-kegiatan kendegaraan. Agar ditempatkan pada sesuai dengan tempatnya Ayahanda Sultan," tutur Rudy.

Walau begitu, Rudy menegaskan dirinya di acara tersebut sebatas diundang. Pihak yang mengatur penempatan undangan ialah protokoler Istana Kepresidenan.

"Ya saya juga di sini terutama adalah Pemprov Kaltim, satu, adalah sebagai undangan kenegaraan," kata dia.

"Yang kedua adalah, kegiatan ini kegiatan kenegaraan, yang protokolernya diatur oleh kenegaraan," imbuh Rudy.

Rudy menegaskan Pemprov Kaltim memegang teguh adat istiadat, dengan cara menghormati Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ia pun menyarankan agar kegiatan yang digelar pemerintah pusat di daerah, tetap memperhatikan penghormatan terhadap tokoh adat setempat. 

"Kami akan memegang teguh dengan seluruh adat istiadat sebagai adat kami, Ayahanda Sultan. Sehingga kejadian kemarin ini sebagai refleksi. Tentu di mana bumi dipijak, tentu di situ langit dijunjung," jelas dia.

"Perlu juga untuk lembaga-lembaga vertikal termasuk kegiatan-kegiatan kenegaraan ini memperhatikan, bahwa di sini kita ada simbol. Simbol budaya, simbol adat, simbol tokoh. Tokoh adat kita di sini Sultan," sambung Rudy.

Menurutnya, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ialah pewaris, tokoh dan simbol daerah. Karena itu, kata Rudy, patut dihormati, termasuk dalam menempatkan posisi duduknya di sebuah acara.

"Simbol daerah, simbol wilayah, Ayahanda Sultan. Jadi mohon arahan kami, biar kami jangan keliru Ayahanda Sultan. Mohon arahan kami Ayahanda Sultan," tandasnya.

x|close