Cak Imin soal Perang AS-Iran: Kita Antisipasi Pangan dan Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 07:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya kesiapan nasional dalam merespons dinamika perang global usai menghadiri Silaturahmi dan Diskusi Kebangsaan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Di Kompleks Istana Kepresidenan, Muhaimin menyampaikan bahwa pemerintah akan mengantisipasi berbagai dampak konflik, khususnya terhadap ketahanan pangan, energi, serta menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

"Mengenai situasi perang, insyaallah dengan kondisi kita, kita akan antisipasi pangan kita, energi kita, persatuan dan kesatuan kita, semuanya insyaallah," ujar Cak Imin, sapaan akrabnya, saat ditanya tentang topik seputar geopolitik global.

Muhaimin yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam Kabinet Merah Putih mengatakan bahwa diskusi turut membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap kerja sama internasional, termasuk persoalan keanggotaan Indonesia di berbagai forum global.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah: DPR Minta 58 Ribu Jemaah Umrah RI Diakomodasi Darurat

Ia menegaskan bahwa seluruh isu dibicarakan secara menyeluruh dengan menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

Cak Imin juga menanggapi pertanyaan mengenai posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.

Sebelumnya, Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi Gaza dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC pada 19 Februari 2026.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Menurut Muhaimin, kepentingan bangsa harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap bentuk kerja sama internasional.

"Intinya yang paling utama adalah kepentingan nasional, kepentingan bangsa kita adalah yang paling utama dalam semua aspek kerja sama dengan siapa pun," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Indonesia keluar dari keanggotaan BoP, Muhaimin tidak memberikan jawaban dan langsung menuju kendaraan dinasnya meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

x|close