Remitansi Pekerja Migran Capai Rp288 Triliun, Menteri P2MI: Menggerakan Ekonomi Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 21:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan bahwa remitansi dari pekerja migran Indonesia (PMI) terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Mukhtarudin menjelaskan, pada 2024 tercatat sekitar 253.000 penempatan PMI. Dari jumlah tersebut, termasuk akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya, remitansi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 253 triliun.

"Update saja, tahun 2024, dari 253.000 penempatan yang kita lakukan dan juga termasuk akumulasi dari tahun sebelumnya, remitansi yang masuk ke negara kita berdasarkan data dari Bank Indonesia adalah Rp 253 triliun,” ujarnya di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa pada 2025, remitansi meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dan tahun 2025, berdasarkan data Bank Indonesia naik 14 persen. Jadi kurang lebih Rp 288 triliun remitansi yang masuk ke Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Ojol Tertabrak Bus TransJakarta Sampai Terpental di Simpang Gunung Sahari

Mukhtarudin menilai remitansi tersebut berdampak langsung pada perekonomian masyarakat di tingkat bawah.

"Dan remitansi ini manfaatnya adalah untuk menggerakkan ekonomi di tingkat grassroot,” jelasnya.

"Artinya, daya beli masyarakat, kemudian juga menumbuhkan sektor ekonomi usaha mikro, dan juga menggerakkan ekonomi keluarga,” lanjut dia.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin <b>(NTVnews)</b> Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (NTVnews)

Ia menegaskan, dana remitansi langsung diterima masyarakat sehingga berkontribusi dalam meningkatkan daya beli, selain faktor belanja pemerintah dan investasi.

"Jadi dia langsung uangnya masuk ke masyarakat sehingga daya beli terdongkrak, salah satunya dari remitansi. Di samping dari government spending dari uang APBN, APBD, kemudian dari proses investasi, juga ada remitansi. Inilah yang mendukung daya beli di tingkat grassroot kita," paparnya.

Mukhtarudin menekankan bahwa kontribusi pekerja migran Indonesia sangat penting dan tidak bisa diabaikan.

"Oleh karena itu, peran daripada pekerja migran Indonesia ini memang tidak kita abaikan,” tegasnya.

Baca Juga: Purbaya soal Impor 150 Ribu Pick-up India: Kita Ikuti Pak Dasco Saja

Sejalan dengan itu, pemerintah berencana meningkatkan pelindungan serta kualitas pekerja migran yang dikirim ke luar negeri. Program SMK Go Global disebut sebagai salah satu jalur strategis untuk menyiapkan PMI yang memiliki kompetensi tinggi.

"Salah satunya kita dengan melakukan peningkatan kualitas pekerja migran yang kita berangkatkan ke luar itu adalah yang sudah minimal, kata Pak Menko tadi, SMA/SMK,” tuturnya.

"Sehingga diharapkan dengan mereka mempunyai pendidikan yang lebih layak dan kita latih lagi melalui vokasi dengan uji kompetensi yang ketat dari negara penempatan, tentu ini akan mempermudah kita lakukan pelindungan,” tutup Mukhtarudin.

x|close