Cak Imin Beberkan Alasan Kemenko PM Dorong Lulusan SMA/SMK Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 20:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong para lulusan SMA dan SMK untuk meniti karier sebagai pekerja migran di luar negeri. Menurut Cak Imin, sapaan akrabnya, peluang kerja di luar negeri sangat terbuka dan menawarkan penghasilan yang menarik bagi tenaga kerja terampil.

"Potensi market-nya memang sangat besar dan bagus. Gajinya tinggi, jaminan sosial asuransinya juga bagus. Sehingga peluang itulah yang akan kita dorong. Jadi kita mendorong karena peluangnya tinggi dan bagus, bukan karena faktor lain," ujar Cak Imin di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan, banyak negara memberikan penghargaan tinggi kepada tenaga kerja dengan keterampilan tertentu, termasuk lulusan SMA dan SMK, sehingga peluang memperoleh gaji besar terbuka lebar. Negara-negara seperti Jepang, Korea, Eropa, hingga Amerika Serikat dinilai memiliki permintaan tinggi terhadap pekerja terampil.

Baca Juga: Wacana Batas Maksimal Tar dan Nikotin Dinilai Berpotensi Timbulkan Tumpang Tindih Aturan

"Karena memang faktor peluang. Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dan berbagai negara lainnya dengan skilled workers itu peluangnya sangat bagus," kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Kemenko PM bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia siap memfasilitasi para lulusan SMA dan SMK yang berminat bekerja di luar negeri. Dukungan juga datang dari Presiden yang mendorong pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri dengan prospek yang baik.

"Dan Pak Presiden sangat support agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek yang bagus itu difasilitasi," ujar Cak Imin.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar  <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Meski demikian, Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan merekomendasikan pengiriman tenaga kerja dengan tingkat pendidikan di bawah SMA dan SMK. Menurutnya, tingkat pendidikan yang rendah berpotensi membuat pekerja migran hanya mengisi sektor domestik dengan risiko yang lebih tinggi.

"Jadi kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu, banyak mengandung risiko terutama menjadi pekerja domestic workers. Sehingga kita memfasilitasi (lulusan SMA/SMK)," ujar Cak Imin.

x|close