Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah rekaman yang menampilkan tindakan kekerasan oleh tiga orang pelajar mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak tiga siswa berseragam sekolah berboncengan di satu sepeda motor dan melakukan penyiraman cairan berbahaya terhadap siswa SMK.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat lalu. Dalam video yang beredar pada Minggu (8/2/2026), terlihat ketiga pelajar itu sempat berhenti di pinggir jalan sebelum kembali melaju.
Ketika motor mereka berpapasan dengan kelompok pelajar lain yang juga tengah berbonceng tiga dari arah berlawanan, mereka secara tiba-tiba menyerempet ke arah motor tersebut dan melemparkan cairan dari sebuah botol kemasan ke tubuh salah satu pelajar.
Baca Juga: Timnas futsal Indonesia Masih Dilatih Hector Souto sampai 2028
Unggahan yang beredar menyebutkan bahwa satu siswa mengalami luka serius pada bagian mata akibat cairan yang diduga air keras tersebut. Saat ini korban dilaporkan sedang menjalani perawatan medis. Adapun pelajar lain yang berada bersamanya selamat karena cairan hanya mengenai bagian pakaian.
Setelah menyiramkan cairan tersebut, ketiga pelaku langsung memacu motor dan meninggalkan lokasi tanpa berhenti. Sementara itu, korban terluka akibat cairan yang mengenai tubuhnya ketika melaju dari arah berlawanan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan terjadinya aksi penyiraman itu. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (6/2).
Baca Juga: Trump Klaim Dialog AS–Iran Berjalan Positif, Apa Itu?
"Intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," ujar Roby saat dikonfirmasi pada Minggu (8/2).
Meski demikian, Roby menuturkan bahwa jenis cairan yang digunakan belum dapat dipastikan. Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan laboratorium masih diperlukan untuk mengetahui kandungan cairan tersebut.
"Diduga air keras. Kalau air kerasnya model apa, kita belum cek lab. Nanti sih kita bisa ngomong kalau (sudah ada) hasil dari lab. Karena laporannya sendiri itu kan oleh orang tuanya," jelasnya.
Identitas para pelaku maupun korban belum dibuka kepada publik. Namun, Roby memastikan bahwa mereka merupakan pelajar dari sekolah yang berbeda.
"Iya (pelaku dan korban sesama pelajar), beda sekolah," pungkasnya.
Pelaku Penyiraman Air Keras Sesama Pelajar di Cempaka Putih (Instagram)