5 Oknum TNI AL Keroyok Guru SMK di Talaud, Kini Diamankan Detasemen Polisi Militer AL

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 11:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Oknum Anggota TNI AL yang Keroyok Guru Oknum Anggota TNI AL yang Keroyok Guru (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini ditangani aparat penegak hukum. Insiden kekerasan tersebut dilaporkan melibatkan sejumlah oknum prajurit TNI Angkatan Laut dan mengakibatkan beberapa warga mengalami luka.

Polres Kepulauan Talaud membenarkan telah menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kejadian itu. Berdasarkan laporan awal, enam orang diduga terlibat sebagai pelaku, sementara jumlah korban penganiayaan mencapai enam orang.

Salah satu korban diketahui merupakan guru SMK berinisial BS, Bernama Berkam Saweduling. Ia menjadi korban pengeroyokan yang terjadi pada Kamis (22/1/2026) malam di kawasan Pelabuhan Melonguane.

Peristiwa bermula dari aktivitas karaoke yang berlangsung hingga larut malam dan menimbulkan kebisingan di area pelabuhan sejak sekitar pukul 21.00 WITA. Teguran yang disampaikan korban sekitar pukul 23.30 WITA justru memicu reaksi agresif dari kelompok tersebut, yang diduga berada dalam pengaruh alkohol.

Baca Juga: Geger Pria Menyamar Jadi Pilot dan Pramugara demi Terbang Gratis Bertahun-tahun

"Oi, so boleh jo ngoni!" teriak korban saat mencoba menghentikan kebisingan.

Korban kemudian dikejar dan dianiaya secara bersama-sama. Dalam upaya meredakan situasi, korban sempat menjelaskan identitasnya sebagai pendidik.

"Saya guru di SMK, saya ke sini mau tegur kalian. Kalian aparat bukannya jadi contoh yang bagus buat masyarakat?" ujarnya.

Namun, pernyataan itu justru dibalas dengan kekerasan lanjutan. Salah satu pelaku bahkan melontarkan ucapan, "Memang kenapa kalau kau guru?"

Penganiayaan terus berlanjut hingga korban mengalami luka serius. Saat korban berteriak kesakitan, "Oi, somo mati kita ini!", salah satu pelaku menjawab, "Memang kau mau dikasi mati!"

Selain kekerasan fisik, para pelaku juga diduga memaksa korban menghapus rekaman video kejadian dengan merampas ponsel korban di area kapal. Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho membenarkan laporan tersebut.

Baca Juga: Geger Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Kalijodo

“Masyarakat sudah melapor ke Polres dengan jumlah pelaku yang dilaporkan sebanyak enam orang,” ujarnya.

Perkembangan selanjutnya, lima oknum prajurit TNI AL yang diduga terlibat telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI AL untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Dankoarmada VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Minggu (25/1/2026).

Dery juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta menegaskan komitmen institusinya dalam menegakkan disiplin prajurit.

Baca Juga: Pencuri Celana Dalam Gegerkan Warga Parung, Ini Tampangnya

"TNI AL tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Aparat gabungan TNI-Polri telah bertindak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian," ujarnya.

Korban telah mendapatkan penanganan medis awal dan dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandou Manado untuk perawatan lanjutan.

"Korban mengalami luka akibat kejadian tersebut dan segera mendapatkan penanganan awal sebelum dievakuasi menggunakan kapal Penumpang dari Talaud ke Manado," imbuhnya.

x|close