Profil Kemas Haji Abdul Halim Ali, Pengusaha Legendaris Sumsel yang Terjerat Kasus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 17:11
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Haji Kms Halim Ali Haji Kms Halim Ali (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Kemas Haji (KMS H) Abdul Halim Ali selama puluhan tahun telah menjadi simbol kekuatan ekonomi di Sumatera Selatan. Sosok yang lebih dikenal publik sebagai Haji Halim itu bukan sekadar pengusaha besar, melainkan figur berpengaruh yang jejaknya menembus dunia bisnis, sosial, hingga lingkaran elite nasional.

Pada Kamis (22/1/2026), kabar duka menyelimuti Sumatera Selatan. Crazy Rich Palembang tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya menurun drastis sejak Rabu dini hari (21/1/2026).

Haji Halim sempat mendapatkan penanganan intensif di ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU), sebelum akhirnya dipindahkan ke Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) pada sore harinya. Kabar wafatnya Haji Halim dibenarkan oleh anggota DPRD Sumsel, Syaiful Islam, yang menerima informasi langsung dari rekan-rekannya di RS Siti Fatimah Al Azhar.

"Iya benar meninggal, sekitar 15 menit yang lalu. Saya baru keluar rumah sakit tadi, dan dikabarkan baru tadi meninggal, dan saya mau ke rumah sakit lagi" paparnya.

Konfirmasi serupa juga disampaikan Heri, salah satu orang kepercayaan keluarga, yang menyatakan bahwa tokoh besar Sumatera Selatan tersebut telah berpulang.

Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir, Istana: Dulu Jakarta Punya 1000 Situ, Kini Tinggal 200

"Benar meninggal dunia, sekarang kami mau mempersiapkan di rumah duka," pungkasnya.

Arsitek Imperium Bisnis Sumatera Selatan

Di balik kabar duka tersebut, Haji Halim dikenal sebagai arsitek salah satu imperium bisnis terbesar di Sumatera Selatan. Ia membangun kerajaan usahanya di bawah payung PT Gajah Meranti, yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung berbagai sektor strategis daerah.

Sektor perkebunan kelapa sawit dan karet menjadi fondasi utama kekayaannya. Ribuan hektar lahan serta kepemilikan pabrik pengolahan (PKS) mandiri menjadikan namanya identik dengan industri karet Sumatera Selatan sejak puluhan tahun silam.

Selain itu, Haji Halim juga menancapkan pengaruh kuat di sektor pertambangan batubara, dengan kepemilikan konsesi lahan yang dikelola secara profesional di kawasan lumbung energi Sumsel. Bisnisnya tidak berhenti di sana. Di sektor properti dan real estate, ia menguasai berbagai aset strategis di pusat Kota Palembang, mulai dari lahan komersial hingga bangunan perkantoran.

Baca Juga: Tokoh Masyarakat Sumsel Haji Kms Halim Ali Wafat di Usia 88 Tahun

Jaringan bisnis tersebut diperkuat oleh lini jasa dan transportasi, di mana Haji Halim mengoperasikan armada logistik besar yang menopang seluruh rantai usaha dari hulu ke hilir.

Figur Berpengaruh dan Dermawan

Pengaruh Haji Halim tidak hanya terasa di dunia usaha. Ia dikenal sebagai figur yang sangat disegani, bahkan pengaruhnya menembus batas daerah. Sejumlah petinggi negara, mulai dari Presiden hingga pejabat tinggi TNI dan Polri, disebut rutin berkunjung ke kediamannya di Jalan Dr. M. Isa, Palembang.

Meski memiliki kekuatan ekonomi besar, Haji Halim dikenal luas sebagai sosok filantropis. Prinsip bisnis yang ia jalankan selalu berdampingan dengan kepedulian sosial. Berbagai kegiatan kemasyarakatan kerap ia dukung, mulai dari pembangunan masjid dan sekolah, hingga penyaluran zakat mal dan bantuan sembako secara rutin bagi warga kurang mampu.

Bagi masyarakat lokal, Haji Halim bukan hanya pengusaha kaya, melainkan simbol kedermawanan yang kehadirannya dirasakan langsung di kehidupan sehari-hari.

Bayang-bayang Proses Hukum di Akhir Perjalanan

Di masa senjanya, perjalanan hidup Haji Halim diwarnai tantangan berat. Ia tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi pemalsuan dokumen pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Betung–Tempino. Kasus tersebut disebut-sebut berpotensi merugikan negara hingga Rp127 miliar.

Baca Juga: Trump Ngaku Sudah Buka Obrolan dengan NATO Greenland, Apa Itu?

Perkara hukum itu menjadi ironi tersendiri dalam perjalanan panjang seorang pengusaha yang selama ini dikenal luas sebagai tokoh dermawan dan berpengaruh di Sumatera Selatan.

Di tengah kondisi tersebut, pihak keluarga sebelumnya masih memohon doa dan dukungan dari masyarakat luas.

"Saat ini beliau masih memerlukan pemantauan ketat tim medis. Kami mohon doa agar beliau diberikan kesembuhan," pungkas RHA Rasyidi (Cek Adi), perwakilan keluarga.

Kepergian Kemas Haji Abdul Halim Ali menandai berakhirnya satu era besar dunia usaha di Sumatera Selatan. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pengusaha legendaris dengan pengaruh kuat, perjalanan hidup kompleks, dan jejak panjang yang membekas dalam sejarah ekonomi daerah.

x|close