Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah skenario penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan mempertimbangkan perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan serta kenyamanan jamaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Berbagai opsi disiapkan pemerintah sebagai langkah mitigasi apabila situasi keamanan di kawasan mengalami perubahan. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah tetap memberangkatkan jamaah haji dengan penyesuaian jadwal penerbangan, termasuk kemungkinan pengalihan rute penerbangan demi menghindari wilayah yang dinilai berisiko.
Baca Juga: Kemenhaj Pastikan 6.047 Jamaah Umrah Tiba dengan Aman di Tanah Air
Dalam skenario tersebut, jalur penerbangan jamaah haji dapat dialihkan melalui wilayah udara negara lain, misalnya melewati wilayah udara India hingga Afrika. Namun demikian, pemerintah juga menyiapkan kemungkinan penundaan keberangkatan jamaah apabila kondisi keamanan tidak memungkinkan untuk perjalanan.
Jika situasi semakin memburuk dan pemerintah Arab Saudi memutuskan menunda penyelenggaraan ibadah haji, maka Indonesia juga akan menyesuaikan kebijakan dengan menghentikan sementara keberangkatan jamaah. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang karena hingga saat ini penyelenggaraan haji di Arab Saudi masih berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Respons Ikang Fawzi Usai Nama Anaknya Dicoret dari Petugas Haji 2026
Untuk musim haji 2026, jumlah jamaah haji Indonesia tercatat sebanyak 221.000 orang yang terdiri atas 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.
Keberangkatan jamaah direncanakan dimulai pada 22 April 2026 untuk gelombang pertama dan 7 Mei 2026 untuk gelombang kedua, sementara kepulangan jamaah dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. “Kami sedang menyiapkan berbagai skenario dan langkah mitigasi risiko secara komprehensif. Semua skenario harus disiapkan dengan cermat agar pemerintah memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.”
Berikut Infografiknya:
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah skenario penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengikuti perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah guna memastikan keselamatan jamaah. (Antara)
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah skenario penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengikuti perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah guna memastikan keselamatan jamaah. (Antara)