Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk fokus mengembangkan riset dan inovasi guna membangun industri dalam negeri sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan Prabowo menganalogikan perjuangan para pahlawan pada masa kemerdekaan. Jika dahulu para pahlawan berjuang membela rakyat dari penjajahan, maka pahlawan masa kini harus memiliki semangat serupa.
“Saat ini, pahlawan-pahlawan tersebut adalah orang-orang yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara,” ujar Brian mengutip arahan Prabowo usai dialog antara Presiden dengan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).
Brian menjelaskan, sejumlah produk sains dan teknologi yang didorong pengembangannya berada di sektor industri. Prabowo juga menginginkan agar pengembangan industri berjalan beriringan dengan kebutuhan bangsa Indonesia.
“Harapannya, para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi,” kata Brian.
Dengan demikian, terobosan di bidang sains dan teknologi diharapkan mampu melahirkan industri-industri besar di Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara.
Saat ini, pemerintah melalui Danantara tengah mempersiapkan 18 proyek untuk mendorong industri dalam negeri. Upaya tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang unggul serta riset yang kuat.
Perguruan tinggi diharapkan memegang peran penting dan mengambil kontribusi signifikan. “Ini saatnya perguruan tinggi berkontribusi bagi negara melalui penciptaan SDM unggul serta riset dan inovasi,” ujar Brian.
Baca Juga: Prabowo Dialog dengan 1.100 Rektor hingga Guru Besar di Istana Negara
Dialog Presiden Prabowo Subianto bersama para rektor dan guru besar (Istimewa)