Infografik: Program Sekolah Rakyat, 15.945 Siswa Jadi Penerima Manfaat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 21:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Belasan ribu siswa merasakan manfaat Sekolah Rakyat yang dibuka secara bertahap sejak 2025. Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Belasan ribu siswa merasakan manfaat Sekolah Rakyat yang dibuka secara bertahap sejak 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 15.945 siswa dari keluarga kurang mampu telah merasakan manfaat program Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi secara bertahap sejak 2025. Program pendidikan tersebut kini tersebar di 166 lokasi yang berada di 34 provinsi di Indonesia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Peresmian tersebut menandai dimulainya pelaksanaan Sekolah Rakyat pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.

“Hari ini kita berhasil melihat dan meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029, insya Allah akan tercapai.”

Berdasarkan data Kementerian Sosial per 11 Januari 2026, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yakni 70 lokasi. Disusul Sumatera dengan 35 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Maluku tujuh lokasi, serta Papua enam lokasi.

Baca Juga: Mensos Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Berbasis Data BPS, Bukan Pendaftaran

Total penerima manfaat Sekolah Rakyat saat ini mencapai 15.945 orang, yang terdiri atas 8.838 siswa, 2.218 guru, dan 4.889 tenaga kependidikan. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan menyediakan layanan pendidikan gratis dan berkualitas.

Selain fasilitas belajar yang memadai, Sekolah Rakyat juga dilengkapi dengan asrama serta program pengembangan minat dan bakat siswa, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga kreativitas dan keterampilan hidup. Program ini juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa melalui penanaman nilai nasionalisme, tanggung jawab sosial, dan kemandirian.

Sekolah Rakyat turut terintegrasi dengan program pemberdayaan orang tua siswa sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Dalam pelaksanaannya, sistem pembelajaran menggunakan pendekatan multi entry-multi exit yang memungkinkan siswa masuk kapan saja dan belajar sesuai capaian masing-masing individu.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kelompok masyarakat kurang mampu.

Baca Juga: 166 Sekolah Rakyat Diresmikan, Kepala Bakom: Negara Hadir untuk Anak-anak Miskin Ekstrim

Berikut Infografiknya: 

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Belasan ribu siswa merasakan manfaat Sekolah Rakyat yang dibuka secara bertahap sejak 2025. <b>(Antara)</b> Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026. Belasan ribu siswa merasakan manfaat Sekolah Rakyat yang dibuka secara bertahap sejak 2025. (Antara)

x|close