Mensesneg: Dana Riset Kampus Ditambah Rp4 T, Fokus Swasembada Pangan dan Energi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jan 2026, 08:20
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (dok)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan menambah alokasi anggaran riset sebesar Rp4 triliun untuk memperkuat riset seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini, anggaran riset baik yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencapai Rp8 triliun, sehingga totalnya nanti menjadi Rp12 triliun.

"Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan dana anggaran sebesar Rp4 triliun yang harapannya dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).

Prasetyo menegaskan penambahan dana riset ini akan difokuskan pada riset-riset yang mendukung swasembada pangan dan energi.

Selain itu, Presiden juga memberikan mandat agar riset difokuskan untuk mempersiapkan Indonesia menuju industrialisasi dan hilirisasi.

“Beliau (Prabowo) memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk yang pertama, mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi. Yang ketiga, mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai groundbreaking besar-besaran,” ujar dia.

Selain swasembada energi dan pangan, Indonesia juga akan mengejar inovasi di bidang transportasi melalui proyek mobil nasional. Karena itu, rencananya pemerintah bakal mengutamakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika) demi mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu di dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Presiden Prabowo, kata Prasetyo, menegaskan pentingnya kemandirian bangsa di tengah situasi geopolitik yang semakin bergejolak.

Pemerintah akan terus memaksimalkan pengelolaan sumber daya Indonesia, sehingga Indonesia bisa memiliki ketahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Perkiraan Anggaran Bencana 2026, Satgas Segera Diputuskan Prabowo

x|close