Indonesia Prihatin, AS Mundur dari 66 Organisasi Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 18:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Cindy Frishanti) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan keprihatinannya atas keputusan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari 66 organisasi internasional, karena langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan dan menekan sistem multilateralisme global.

“Kita khawatir dengan prospek makin tertekannya multilateralisme dan tantangan dunia yang berdasarkan kerja sama internasional ini,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang setelah taklimat media di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Yvonne menegaskan bahwa Indonesia mendorong semua negara tetap memegang semangat dan prinsip-prinsip multilateralisme dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk prinsip kesetaraan dan inklusivitas.

Menurut laporan Anadolu, Rabu, 7 Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menandatangani “Memorandum Kepresidenan” yang menginstruksikan lembaga-lembaga pemerintah untuk menarik diri dari 66 organisasi internasional yang dinilai tidak lagi selaras dengan kepentingan AS.

Memorandum itu memerintahkan seluruh departemen dan lembaga eksekutif untuk berhenti berpartisipasi serta mendanai 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas PBB yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, atau kedaulatan AS.

Baca Juga: Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia, Termasuk Entitas PBB

Gedung Putih menilai bahwa “penarikan ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas yang memajukan agenda globalis di atas prioritas AS.”

Pemerintah AS menilai beberapa organisasi tersebut kerap mengkritik kebijakan Amerika, mendorong agenda yang dianggap bertentangan dengan nilai nasional, serta menghabiskan dana publik tanpa memberikan dampak nyata.

Penarikan yang paling menonjol mencakup UNFCCC, fondasi negosiasi iklim global dan Perjanjian Paris, serta penghentian dukungan terhadap UNFPA, lembaga penyedia layanan kesehatan reproduksi dunia yang lama dipersoalkan Partai Republik.

AS juga menarik diri dari WHO, Dewan HAM PBB, UNESCO, dan UNRWA. Di luar PBB, Washington akan keluar dari sejumlah lembaga keamanan, demokrasi, dan kerja sama regional.

Organisasi lain yang ditinggalkan sebagian besar bersifat teknis, riset, perdagangan, dan budaya, mencakup bidang lingkungan, sumber daya, tenaga kerja, pendidikan, serta data, termasuk Universitas PBB, Organisasi Kayu Tropis Internasional, dan berbagai kelompok ilmiah serta industri.

Baca Juga: Trump Tangkap Maduro, Organisasi Negara-negara Amerika Gelar Pertemuan Darurat

(Sumber: Antara) 

x|close