Qatar Dihantam Serangan Rudal Iran, PM: Ada Pengkhianatan Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 07:26
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemandangan gedung bertingkat di Doha, Qatar. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Pemandangan gedung bertingkat di Doha, Qatar. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Doha - Wilayah Qatar kembali menjadi sasaran serangan rudal dari Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Serangkaian ledakan yang terdengar di ibu kota Doha memicu reaksi keras dari pimpinan negara tersebut yang menyinggung adanya tindakan pengkhianatan besar.

Ledakan dilaporkan terjadi di Doha setelah Iran menyatakan akan melanjutkan operasi balasan di wilayah Teluk. Berdasarkan laporan wartawan Agence France-Presse (AFP) yang dikutip daro Al Jazeera, Selasa, 10 Maret 2026, beberapa dentuman keras terdengar pada dini hari.

Sejak Iran meluncurkan kampanye balasan di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap republik Islam tersebut, Doha dilaporkan menjadi target gelombang serangan drone dan rudal.

Pemerintah Qatar pun mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya ancaman keamanan. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah karena situasi keamanan yang semakin memburuk.

Baca Juga: Inggris Kirim Empat Jet Tempur ke Qatar di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menilai serangan Iran terhadap negaranya sebagai bentuk pengkhianatan besar dari kepemimpinan Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Sky News yang kemudian dikutip oleh Al Jazeera.

"Mungkin hanya satu jam setelah dimulainya perang, Qatar dan negara-negara Teluk lainnya langsung diserang," kata Sheikh Mohammed.

Ia menambahkan bahwa serangan itu terjadi meskipun beberapa negara di kawasan telah menyatakan tidak akan terlibat dalam perang melawan Iran dan tetap berupaya mencari solusi diplomatik.

"Kesalahan perhitungan Iran untuk menyerang negara-negara Teluk telah menghancurkan segalanya", katanya. Dia menambahkan bahwa Qatar sepenuhnya menolak pembenaran dan dalih yang digunakan untuk eskalasi tersebut.

Ledakan di Doha, Qatar. <b>(ANTARA)</b> Ledakan di Doha, Qatar. (ANTARA)

Sheikh Mohammed juga mengaku terkejut karena Iran masih terus melancarkan serangan ke negara-negara Teluk, bahkan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bahwa negara-negara tersebut tidak akan menjadi sasaran selama tidak menyerang Iran.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Qatar tetap membuka jalur komunikasi dengan Teheran guna meredakan ketegangan di kawasan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa Qatar "akan terus berbicara dengan Iran dan berupaya untuk meredakan ketegangan".

x|close