Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Naik Jadi 394 Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mar 2026, 13:35
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip - Sejumlah bangunan hancur akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon Kamis 5 Maret 2026. (ANTARA/Bilal Jawich/Xinhua/pri) Arsip - Sejumlah bangunan hancur akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon Kamis 5 Maret 2026. (ANTARA/Bilal Jawich/Xinhua/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel di negara itu sejak 2 Maret meningkat menjadi 394 orang, sementara 1.130 lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Lebanon pada Sabtu melaporkan 294 orang tewas dan 1.023 lainnya terluka.

Data terbaru menunjukkan jumlah korban terus bertambah seiring berlanjutnya serangan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Dalam Sepekan, 394 Warga Lebanon Tewas akibat serangan Israel

Asap mengepul setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin 2 Maret 2026. <b>(Reuters)</b> Asap mengepul setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin 2 Maret 2026. (Reuters)

Menurut data kementerian, sedikitnya 83 anak meninggal dunia dan 254 anak lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Di sisi lain, pihak Israel menyatakan enam roket diluncurkan oleh kelompok Hizbullah pada Senin 9 Maret 2026 pagi.

Serangan tersebut memicu militer Israel untuk melakukan serangan terhadap sejumlah target di Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut.

Ketegangan meningkat setelah Hizbullah pada Senin 2 Maret 2026, meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta serangan Israel sebelumnya di Lebanon.

Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah dalam Serangan di Lebanon

Israel kemudian membalas dengan serangan udara besar-besaran dan pengerahan pasukan darat yang menyebabkan eskalasi konflik serta memaksa ratusan ribu warga sipil mengungsi.

Menteri Sosial Lebanon Haneen Sayed menyebutkan sekitar 517.000 pengungsi telah terdaftar dalam platform bantuan pemerintah.

(Sumber: Antara)

x|close