Ntvnews.id,Beirut - Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah Lebanon setelah kelompok Hezbollah terlibat dalam aksi pascakematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam operasi tersebut, Israel mengklaim berhasil menewaskan kepala dinas intelijen Hizbullah, Hussein Moukalled.
Dilansir dari Al Arabiya, Selasa, 3 Maret 2026, Moukalled dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Beirut pada Minggu. Saat itu, pasukan Israel terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata Lebanon tersebut.
"IDF sekarang mengkonfirmasi bahwa dalam serangan tepat sasaran di Beirut tadi malam (Minggu), teroris Hussein Moukalled, yang menjabat sebagai kepala markas intelijen Hizbullah, telah dilenyapkan," demikian pernyataan militer Israel.
Baca Juga: Israel Buka Peluang Invasi Darat ke Lebanon, 100 Ribu Pasukan Disiagakan
Sebelumnya, laporan jurnalis AFP di Beirut menyebutkan sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Lebanon pada Senim, 2 Maret 2026 pagi waktu setempat. Pada saat yang sama, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya "mulai menyerang target-target organisasi teroris Hizbullah di seluruh Lebanon".
Serangan tersebut terjadi setelah peluncuran rudal dan drone dari wilayah Lebanon. Aksi itu menjadi serangan pertama terhadap Israel yang diklaim Hizbullah sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata pada November 2024, usai lebih dari setahun konflik antara kedua belah pihak.
Sebelumnya, militer Israel kembali merilis pernyataan yang menyebut pasukannya telah "secara tepat menyerang" sejumlah anggota senior Hizbullah di kawasan Beirut, serta melancarkan satu serangan tambahan di wilayah selatan Lebanon.
Asap mengepul setelah serangan Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin 2 Maret 2026. (Reuters)