Demo Ricuh di Konsulat AS Pakistan Usai Kematian Khamenei, Delapan Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 08:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Af (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu aksi demonstrasi di Konsulat Amerika Serikat (AS) di Karachi, Pakistan. Kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal dunia.

Dilansir dari AFP, Senin, 2 Maret 2026, sekelompok pemuda memanjat gerbang utama konsulat dan memasuki area jalan masuk gedung sebelum merusak sejumlah jendela. Aparat kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pemuda menghancurkan kaca gedung utama konsulat, sementara bendera Amerika Serikat tampak berkibar di atas kompleks yang dipagari kawat berduri tersebut.

Dalam aksi itu, seorang demonstran menyuarakan seruan balas dendam.

Baca Juga: Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara

"Kita harus tetap bersatu. Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kita. Kita akan membakar konsulat Amerika di Karachi. Insyaallah, kita akan membalas dendam atas pembunuhan pemimpin kita," kata demonstran.

Menurut laporan, sedikitnya delapan orang tewas dalam protes pro-Iran di konsulat AS di Karachi. Selain korban jiwa, sekitar 20 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

"Kami telah memindahkan setidaknya delapan jenazah ke rumah sakit sipil Karachi, sementara 20 lainnya terluka dalam insiden di konsulat," kata juru bicara layanan penyelamatan Yayasan Edhi, Muhammad Amin, seraya menambahkan bahwa sebagian besar korban mengalami luka tembak.

Aksi solidaritas juga terjadi di sejumlah kota lain. Ribuan warga dilaporkan turun ke jalan di Lahore, wilayah timur Pakistan, serta di Skardu di bagian utara. Demonstrasi lanjutan diperkirakan berlangsung pada sore hari di sekitar kawasan diplomatik yang menjadi lokasi Kedutaan Besar AS di Islamabad.

x|close