Israel Buka Peluang Invasi Darat ke Lebanon, 100 Ribu Pasukan Disiagakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 16:25
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Tank Israel di perbatasan antara Israel dan Lebanon. Tank Israel di perbatasan antara Israel dan Lebanon. (AP)

Ntvnews.id, Yerusalem - Militer Israel

menyatakan kesiapan penuh menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi di perbatasan utara, termasuk opsi invasi darat ke Lebanon.

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, mengatakan pihaknya telah memobilisasi sekitar 100.000 personel cadangan yang terdiri dari puluhan batalyon, brigade, dan divisi tempur.

“Semua kemungkinan terbuka,” ujar Defrin, dikutip dari laman Al Jazzera, Senin, 2 Maret 2026, menegaskan bahwa Israel siap menghadapi “semua kemungkinan, baik pertahanan maupun serangan.”

Mobilisasi besar-besaran ini disebut sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman di front Lebanon, terutama dari kelompok Hizbullah. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang kini melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Rusia Kutuk Serangan AS-Israel yang Tewaskan Khamenei

Sementara itu, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menunjukkan dampak yang semakin luas. Berikut rekap perkembangan terkininya:

-Sedikitnya 555 orang tewas di seluruh Iran akibat serangan gabungan Amerika Serikat–Israel yang menyasar 131 wilayah sejauh ini.

-Kebakaran juga terjadi di kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi setelah puing-puing dari dua drone yang berhasil dicegat jatuh ke area fasilitas tersebut, menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

-Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy Cooper, menyatakan bahwa sebuah drone yang menghantam pangkalan militer Inggris di Siprus mengenai landasan pacu.

Baca Juga: Israel dan AS Lanjutkan Serangan, Iran Tegaskan Tak Mau Negosiasi

-Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan beberapa pesawat tempur Amerika Serikat jatuh di wilayahnya, namun seluruh awak dilaporkan selamat.

-Serangan udara Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 149 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan setempat.

-Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bahrain memperingatkan bahwa “kelompok teroris” berencana menyerang warga negara AS.

-Sebuah sumber menyebutkan serangan rudal Israel-AS menargetkan lokasi milik kelompok paramiliter Kataib Hezbollah yang didukung Iran di Jurf al-Sakhr, selatan Baghdad, Irak.

Baca Juga: Israel Gempur Lebanon, Hizbullah Jadi Sasaran di Pinggiran Beirut

-Dilaporkan terdengar “ledakan kuat” di Erbil.

-Pada pagi hari, sirene serangan udara berbunyi di Bahrain, sementara ledakan juga terdengar di Abu Dhabi dan Doha.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada satu atau dua negara, melainkan telah meluas ke berbagai titik strategis di Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih besar.

x|close