Ntvnews.id, Jakarta - Situasi di kawasan Mediterania kembali memanas setelah Presiden Siprus Nikos Christodoulides mengonfirmasi bahwa sebuah drone Iran jatuh di pangkalan militer Inggris yang berada di wilayah Akrotiri pada Senin, 2 Maret 2026.
Insiden tersebut terjadi di tengah meluasnya eskalasi perang yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran, sehingga mendorong kekhawatiran baru tentang stabilitas kawasan. Menurut Christodoulides, peristiwa itu berlangsung beberapa menit setelah tengah malam, sekitar pukul 2200 GMT.
Ia menuturkan bahwa "sebuah kendaraan udara tak berawak Shahed jatuh ke fasilitas militer Pangkalan Inggris di Akrotiri, menyebabkan kerusakan material ringan," seperti dikutip dari laporan AFP. Presiden Siprus juga menegaskan kembali posisi negaranya yang memilih untuk tidak terseret ke dalam dinamika militer yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Israel dan AS Lanjutkan Serangan, Iran Tegaskan Tak Mau Negosiasi
"Kita berada di wilayah dengan ketidakstabilan geopolitik yang khusus, dengan banyak tantangan dan masalah, yang sedang mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanah air kita tidak berpartisipasi dengan cara apa pun dan tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun,” tegasnya.
Pernyataan Presiden Siprus tersebut muncul tak lama setelah Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa pasukannya telah merespons dugaan serangan drone yang menghantam instalasi militernya di Siprus.
"Perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut berada pada tingkat tertinggi dan pangkalan tersebut telah merespons untuk membela rakyat kami,” paparnya.
Keamanan di pangkalan Inggris di Siprus memang berada dalam sorotan. Pemerintah Inggris sebelumnya menyatakan bahwa mereka telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk memanfaatkan fasilitas militernya guna melancarkan serangan yang disebut sebagai “defensif”, dengan tujuan menghancurkan rudal Iran beserta peluncurnya.
Keputusan tersebut sebelumnya diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer, yang menegaskan bahwa meskipun Inggris membuka akses pangkalan bagi operasi defensif AS, negaranya tetap tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran.
Baca Juga: Motor Adu Banteng di Legok, 1 Tewas saat Tunggu Ambulans
"Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang,” jelas Starmer.
"Tetapi Iran sedang menjalankan strategi bumi hangus, jadi kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di wilayah tersebut,” tambahnya sambil memperingatkan mengenai risiko yang ditimbulkan Iran di kawasan.
Pangkalan udara Inggris di Akrotiri, yang terletak di semenanjung berbentuk persegi di bagian selatan pulau, bukanlah lokasi sembarangan. Selama bertahun-tahun, pangkalan ini telah menjadi pusat operasi kunci bagi militer Inggris dan sekutu mereka, termasuk keterlibatan dalam operasi di Irak, Suriah, serta Yaman.
Meski pangkalan tersebut berstatus wilayah kedaulatan Inggris, keberadaannya di dalam wilayah Siprus yang kini memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, membuat setiap insiden yang terjadi di sana memiliki dimensi geopolitik yang lebih luas. Insiden drone Iran ini pun ikut mempertebal kekhawatiran bahwa konflik regional dapat semakin menular melewati batas-batas negara.
Rudal Sejjil Iran (Istimewa)