Israel dan AS Lanjutkan Serangan, Iran Tegaskan Tak Mau Negosiasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 15:22
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Konflik militer besar di Timur Tengah memasuki hari ketiga, dengan intensitas serangan yang terus meningkat. Iran secara tegas menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di tengah serangan udara dan operasi militer yang diperluas sebagai respons terhadap serangan bersama AS–Israel.

Pernyataan ini disampaikan pejabat keamanan Iran setelah hari ketiga serangan berlangsung tanpa adanya kemajuan diplomatik.

Serangan yang disebut sebagai langkah pencegahan oleh pihak Israel telah memicu balasan dari Teheran. Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan.

Ledakan dilaporkan terdengar di beberapa kota, sementara sirene peringatan serangan udara kembali meraung di wilayah Israel.

Konflik juga meluas ke Lebanon selatan, ketika kelompok bersenjata Hezbollah

 terlibat baku tembak dengan militer Israel. Serangan roket dari Lebanon dibalas dengan gempuran udara Israel ke sejumlah titik yang diduga menjadi basis Hezbollah.

Baca Juga: Diungsikan ke KBRI, Dubes Pastikan WNI di Iran dalam Kondisi Aman

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan terbukanya front perang baru di perbatasan utara Israel.

Di sisi lain, sebuah pangkalan militer Inggris di Siprus dilaporkan terkena serangan drone yang diduga terkait dengan eskalasi konflik tersebut.

Insiden ini memperluas dampak perang di luar wilayah utama pertempuran dan memicu kewaspadaan negara-negara Barat terhadap kemungkinan meluasnya konflik regional.

Di tengah situasi yang semakin tidak menentu, reaksi dari negara-negara lain mendesak untuk de-eskalasi segera dan penekanan perlindungan terhadap warga sipil.

Namun dengan pernyataan tegas Teheran yang menolak negosiasi selama pemboman berlangsung, peluang perundingan dalam waktu dekat tampak masih jauh dari harapan.

Baca Juga: Trump Klaim Berhasil Bunuh 48 Pemimpin Iran Termasuk Ayatollah Ali Khamenei

 
 
x|close