Diungsikan ke KBRI, Dubes Pastikan WNI di Iran dalam Kondisi Aman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 14:58
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat saat berbicara kepada ANTARA melalui sambungan video di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. /ANTARA/Kuntum Riswan. Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat saat berbicara kepada ANTARA melalui sambungan video di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. /ANTARA/Kuntum Riswan. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Duta Besar Republik Indonesia untuk IranRolliansyah Soemirat, memastikan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dalam kondisi aman. Sejumlah WNI bahkan telah meminta perlindungan sementara di Kedutaan Besar Republik Indonesia Teheran

 (KBRI Teheran).

Dalam sambungan video bersama Antara di Jakarta, Dubes Roy, sapaan akrabnya menyebutkan data terakhir KBRI Teheran mencatat ada 329 WNI yang berada di Iran. Dari jumlah tersebut, enam orang saat ini berada di lingkungan kedutaan karena sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal.

“Sudah ada beberapa WNI yang kami tampung di KBRI seadanya demi keamanan, tapi lebih karena mereka kebetulan dari pihak sekolah atau pihak tempat bekerja, mengosongkan asrama tempat tinggal mereka. Jadi mereka tidak tahu harus ke mana. Ya kami tampung. Jadi tidak harus karena ada ancaman,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah WNI di Iran berpotensi lebih besar dari angka tersebut karena masih ada yang belum melapor, khususnya mereka yang bekerja sebagai anak buah kapal dan tidak selalu tercatat sebagai penduduk menetap.

Meski demikian, laporan dari perwakilan WNI di berbagai kota menyebutkan seluruh WNI dalam keadaan baik.

Dubes Roy juga mengungkapkan situasi di Iran, terutama di Teheran, masih bersifat dinamis. Sejumlah serangan disebut masih dapat dirasakan dan terlihat dari lingkungan KBRI.

Baca Juga: KBRI Abu Dhabi Imbau WNI di UEA Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Konflik

Ia menegaskan pihaknya belum dapat memprediksi perkembangan dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan berlanjutnya eskalasi. Namun, KBRI dipastikan tetap siaga menghadapi berbagai kemungkinan.

Sebagai langkah antisipasi, KBRI telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada WNI, seperti membatasi aktivitas di luar rumah, tidak mengikuti demonstrasi massa, serta mencari tempat perlindungan bila diperlukan.

Namun demikian, Roy menekankan bahwa KBRI tidak dapat memaksakan standar perlindungan tertentu kepada setiap individu.

“Dalam hal ini, kami tidak bisa memaksakan suatu standar tertentu, bahwa ini sudah sangat bahaya, Anda harus ngapain-ngapain. Karena mereka bilang dalam beberapa kasus, ternyata mereka belum merasakan adanya direct threat terhadap keamanan, keselamatan dirinya,” kata Roy.

Ketegangan di kawasan meningkat pada Sabtu, 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal yang menyasar Israel, aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara Teluk.

Baca Juga: Iran Mencekam, KBRI Taheran Sebut 329 WNI Dalam Kondisi Aman

(Sumber: Antara) 

x|close