Ntvnews.id
Dalam pernyataan pada Minggu 1 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow secara tegas dan konsisten mengutuk praktik pembunuhan politik serta penargetan pemimpin negara berdaulat.
Baca Juga: Trump Klaim Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran
“Rusia dengan tegas dan konsisten mengutuk praktik pembunuhan politik dan penargetan para pemimpin negara berdaulat, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan antarnegara yang beradab dan terang-terangan melanggar hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut kementerian itu, pertempuran yang terus berlangsung telah menyebabkan jumlah korban sipil bertambah dan mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur sipil.
Rusia menyerukan deeskalasi segera, penghentian pertempuran, serta pemulihan proses politik dan diplomatik guna menyelesaikan persoalan berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir.
“Kepentingan sah semua negara Teluk harus dipertimbangkan sebagaimana mestinya,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Prabowo Ternyata Sudah Jauh-jauh Hari Prediksi Perang Iran-Israel
(Sumber: Antara)
Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu 28 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency) (Antara)