Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 07:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
pedagang pedagang (antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman menjelang Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga komoditas dunia.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan bahwa stok pangan strategis di Jakarta saat ini berada dalam kondisi cukup bahkan memiliki cadangan yang memadai.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ucap Elisabeth dalam keterangannya, dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Pemprov DKI telah melakukan perhitungan kebutuhan pangan secara rinci untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Idulfitri. Beberapa komoditas diprediksi mengalami peningkatan konsumsi.

Pada periode Ramadhan, permintaan telur ayam diperkirakan naik sekitar 7,5 persen. Selain itu, konsumsi daging sapi atau kerbau serta bawang putih juga meningkat sekitar 3,5 persen. Meski begitu, ketersediaan beras di Jakarta masih sangat aman. Stok beras tercatat lebih dari 100 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan yang berada di kisaran 68 ribu ton.

Cadangan daging ayam dan daging sapi juga disebut memiliki stok berlipat dibandingkan kebutuhan bulanan. Begitu pula dengan gula pasir dan minyak goreng yang ketersediaannya mencapai puluhan ribu ton.

Baca Juga: Iran Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan Empat Rudal Balistik

Elisabeth Ratu Rante Allo <b>(Pemprov DKI)</b> Elisabeth Ratu Rante Allo (Pemprov DKI)

Memasuki periode Idulfitri pada Maret, lonjakan konsumsi diprediksi semakin meningkat. Data sementara menunjukkan telur ayam menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yaitu lebih dari 17 persen. Permintaan daging ayam dan bawang merah juga diperkirakan naik di atas 10 persen. Namun, kondisi stok masih dinilai sangat aman.

Cadangan beras bahkan mencapai lebih dari 136 ribu ton, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula, minyak goreng, hingga produk hortikultura juga memiliki buffer stok yang mencukupi.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," terangnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah ini melibatkan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, hingga pemerintah pusat.

Distribusi bahan pokok ke pasar tradisional dan ritel modern terus dipantau agar tetap lancar. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan harga di lapangan. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, Pemprov siap melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, serta optimalisasi pasokan dari BUMD pangan.

Elisabeth juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Menurutnya, stok kebutuhan pokok hingga Idulfitri dipastikan mencukupi.

x|close