Ntvnews.id
Menurut laporan tersebut, pernyataan itu disampaikan Trump secara pribadi kepada para asistennya. Mengutip pejabat aktif dan mantan pejabat Amerika Serikat, The Wall Street Journal menyebut tuntutan Washington kepada Iran mencakup sejumlah hal, termasuk pembubaran program nuklir negara tersebut.
Baca Juga: Donald Trump Cuek Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026
Namun demikian, laporan itu juga menyebut Gedung Putih menolak memberikan tanggapan resmi terkait isu tersebut ketika dimintai komentar. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai langkah lanjutan terhadap Iran.
Isu tersebut mencuat setelah Trump sebelumnya secara terbuka mengkritik penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Ia menyebut keputusan tersebut sebagai
“sebuah kesalahan besar” dan meragukan kepemimpinan Mojtaba Khamenei akan bertahan lama.
Baca Juga: Korea Selatan dan Rusia Bahas Isu Nuklir Korea Utara di Moskow
Dalam pernyataannya kepada media The New York Post, Trump juga mengaku tidak puas dengan hasil penunjukan pemimpin baru Iran tersebut. Mojtaba Khamenei (56) ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam gelombang pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Hingga wafatnya, Ali Khamenei telah memimpin Iran selama 37 tahun.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Negara Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)