Warga di 50 Kota AS Gelar Aksi Protes Serangan AS-Israel ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 10:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Masyarakat berunjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu 7 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen) Masyarakat berunjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu 7 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen) (Antara)

Ntvnews.id, New York - Warga di lebih dari 50 kota di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu turun ke jalan untuk memprotes serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kini telah memasuki pekan kedua.

Aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah kota besar seperti New York, Washington DC, Los Angeles, Chicago, Pittsburgh, dan San Francisco. Para demonstran menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump segera menghentikan perang tersebut.

Di Manhattan, New York City, ratusan orang berkumpul di Union Square pada Sabtu sore waktu setempat.

Mereka meneriakkan berbagai slogan penolakan perang serta membawa poster bertuliskan “Jangan Sentuh Iran”, “Tidak Ada Perang Baru AS di Timur Tengah”, dan “Uang untuk Rakyat, Bukan untuk Perang dengan Iran”.

Salah satu demonstran bernama Maya menilai perang tersebut tidak adil dan hanya menjadi upaya penggulingan rezim dengan motif kepentingan tertentu.

Baca Juga: Ratusan Warga New York Gelar Aksi Protes Serangan AS-Israel ke Iran di Times Square

Menurutnya, konflik tersebut juga menguras anggaran negara secara besar-besaran, sementara kondisi domestik di Amerika Serikat masih menghadapi berbagai persoalan.

Ia menyebut pemerintah menghabiskan sekitar satu miliar dolar AS per hari untuk perang tersebut, dana yang menurutnya seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat seperti layanan kesehatan, perawatan anak, dan transportasi publik.

Masyarakat berunjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu 7 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen) <b>(Antara)</b> Masyarakat berunjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, Amerika Serikat, Sabtu 7 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Qiu Chen) (Antara)

Sementara itu, demonstran lainnya, Andre Easton, mengkritik dua partai besar di Amerika Serikat, yakni Partai Republik dan Partai Demokrat, karena dinilai gagal menghentikan konflik tersebut.

Ia menilai sistem politik yang ada tidak mampu menghentikan serangan yang terus berlanjut, termasuk kegagalan Kongres meloloskan resolusi Kekuatan Perang yang berpotensi menghentikan konflik.

Aksi serupa juga terjadi di Los Angeles, di mana ratusan orang berkumpul di depan Balai Kota sambil mengibarkan bendera Iran dan meneriakkan slogan penolakan terhadap serangan militer tersebut.

Sejumlah demonstran menilai perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel telah merusak perdamaian di kawasan Timur Tengah serta menyebabkan penderitaan bagi rakyat Iran.

Baca Juga: Sidang Perdana Maduro di New York: Saya Tidak Bersalah, Saya Masih Presiden

Aksi penolakan perang tidak hanya diikuti oleh aktivis, tetapi juga warga biasa yang secara spontan bergabung setelah melihat demonstrasi berlangsung.

Salah seorang warga New York bernama Maggie Morales mengatakan perang tersebut hanya menempatkan masyarakat Amerika dalam risiko yang lebih besar dan tidak membawa manfaat bagi negara.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sekitar sepekan lalu. Serangan tersebut memicu balasan berupa rudal dan drone dari Iran yang menargetkan Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik yang terus berlangsung itu meningkatkan ketegangan regional dan memicu kekhawatiran akan dampak global yang lebih luas.

(Sumber: Antara)

x|close