Ratusan Warga New York Gelar Aksi Protes Serangan AS-Israel ke Iran di Times Square

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 13:22
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pecahan rudal jatuh di udara setelah dicegat di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2016. ANTARA/Xinhua/Chen Junqing Pecahan rudal jatuh di udara setelah dicegat di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2016. ANTARA/Xinhua/Chen Junqing (Antara)

Ntvnews.id, New York – Ratusan warga Kota New York berkumpul di Times Square dan berpawai di sejumlah ruas jalan sebagai bentuk protes atas serangan udara yang dikoordinasikan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026.

Para pengunjuk rasa mengecam serangan tersebut serta mendesak pemerintah agar mengalihkan anggaran negara untuk pendidikan, perumahan, dan prioritas dalam negeri lainnya.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan Perang di Iran”, “Tidak Ada Perang Penggantian Rezim”, hingga “Trump Harus Mundur Sekarang”.

Selain itu, mereka meneriakkan berbagai slogan seperti:

Baca Juga: Profil Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran

“Jangan campuri urusan Timur Tengah” dan “Hidup pembebasan, hapuskan penjajahan”.

Layan Fuleihan, direktur pendidikan di The People's Forum yang berbasis di New York City, menyebut Amerika Serikat memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan.

“Iran tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang digunakan untuk menipu kami 20 tahun yang lalu,” ujarnya dalam orasi.

Sementara itu, David North, ketua Partai Kesetaraan Sosialis di AS, dalam selebaran yang dibagikan kepada massa menyebut serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan Konstitusi AS.

Baca Juga: Menaker Peringatkan Potensi PHK Imbas Perang Iran-Israel yang Kian Memanas

Ia menilai kebijakan tersebut menempatkan dunia pada jalur yang berbahaya.

Marilyn Vogt-Downey, pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri di New York City, juga menyebut aksi militer tersebut sebagai bentuk agresi imperialis.

Menurut penyelenggara, rangkaian aksi protes menentang perang terhadap Iran akan terus berlanjut dan dijadwalkan digelar kembali di berbagai titik di New York City dalam beberapa hari mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close