Menlu Iran Siap Beri Banyak 'Kejutan' untuk AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Mar 2026, 13:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers bersama di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers bersama di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pada Senin, 9 Maret 2026 menyatakan bahwa negaranya telah menyiapkan “banyak kejutan” untuk Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform media sosial X. Dalam unggahan itu, ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi setiap rencana atau “plot” yang disiapkan oleh AS.

Araghchi juga menyindir nama sandi operasi militer yang digunakan AS, yaitu Operation Epic Fury.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai Operation Epic Mistake atau “Operasi Kesalahan Epik”.

Menurutnya, sembilan hari setelah operasi dimulai, dampak ekonomi langsung terlihat.

Baca Juga: Bandara Dubai Tertutup, Akibat Ketegangan Amerika Serikat dan Israel Terhadap Iran

Araghchi mengatakan bahwa “harga minyak naik menjadi dua kali lipat sementara semua komoditas melonjak tajam”.

Ia juga menuding bahwa AS tengah merancang serangan terhadap fasilitas vital Iran.

"Kami tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap situs-situs minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi besar-besaran," kata dia.

"Iran sepenuhnya siap. Dan kami juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan," kata Araghchi menambahkan.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Israel bersama dengan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Baca Juga: Rupiah Selasa Menguat ke Rp16.886 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Konflik yang berkembang ini juga memicu dampak lebih luas di kawasan. Kekhawatiran meningkat terkait potensi gangguan terhadap ekspor minyak dan stabilitas pasar energi global, terutama karena risiko terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

(Sumber: Antara)

x|close