Ntvnews.id, Teheran - Angkatan Bersenjata Iran meminta masyarakat Muslim dan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk memberikan informasi mengenai lokasi pasukan Amerika Serikat dan Israel. Permintaan tersebut disampaikan agar serangan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran tanpa menimbulkan korban sipil.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan informasi dari masyarakat kawasan dinilai dapat membantu militer Iran dalam menentukan target serangan secara lebih akurat.
Baca Juga: Serangan Udara Rusak Situs Warisan Dunia UNESCO di Teheran
"Kami meminta penduduk Muslim dan negara-negara di kawasan tersebut untuk memberi tahu kami lokasi pasukan AS-Zionis agar mereka (warga negara) tidak dirugikan, dan kami dapat melakukan serangan yang sangat akurat terhadap lebih banyak sasaran (pasukan AS dan Israel) dengan menggunakan penduduk kawasan sebagai perisai manusia," ujarnya, dikutip dari Anadolu, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa langkah tersebut dimaksudkan agar masyarakat sipil di kawasan tetap aman dari dampak serangan yang dilakukan militer Iran.
"Kemudian penduduk kawasan tersebut akan tetap aman dari serangan dahsyat Angkatan Bersenjata Iran, dan kami dapat menyelamatkan mereka dari kejahatan AS dan Israel," kata Shekarchi seperti dikutip kantor berita Iran Defapress.
Baca Juga: Iran: Lebih dari 1.300 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan AS dan Israel
Menurut Shekarchi, militer Iran siap melakukan serangan balasan secara langsung terhadap berbagai target militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Serangan Iran tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan pada Sabtu 28 Februari 2026 lalu.
Pada hari pertama operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur.
Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran pengeboman.
(Sumber: Antara)
Asap tebal mengepul dari gedung-gedung setelah serangan udara di Teheran, Iran, pada 10 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)