Qatar Tegaskan Saluran Komunikasi dengan Iran Tidak Terputus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 10:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari (kiri) bersama Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Jassim al-Budaiwi, Asisten Sekretaris Jenderal OIC Duta Besar Youssef Al-Dobeay, dan Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki menghadiri konferensi pers setelah KTT Arab-Islam di Doha, Qatar 15 September 2025 (ANTARA/Xinhua/Nikku/aa) Arsip - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari (kiri) bersama Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Jassim al-Budaiwi, Asisten Sekretaris Jenderal OIC Duta Besar Youssef Al-Dobeay, dan Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki menghadiri konferensi pers setelah KTT Arab-Islam di Doha, Qatar 15 September 2025 (ANTARA/Xinhua/Nikku/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Doha - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari menyatakan bahwa negaranya tidak memutus saluran komunikasi dengan Iran meskipun ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat.

Dalam konferensi pers pada Selasa 10 Maret 2026, Al-Ansari mengatakan komunikasi dengan Iran tetap terjalin, meskipun dalam beberapa waktu terakhir sangat terbatas karena Qatar fokus pada upaya meredakan eskalasi konflik.

Baca Juga: Qatar Kecam Serangan Rudal Iran, Tegaskan Bakal Lakukan Balasan

Ia menjelaskan bahwa sejak 28 Februari hanya terjadi satu percakapan telepon antara menteri luar negeri kedua negara.

“Saluran komunikasi dengan Iran tidak terputus, tetapi saat ini kami fokus pada upaya deeskalasi,” ujarnya.

Al-Ansari juga menambahkan bahwa Qatar sebelumnya pernah berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat.

Namun dalam situasi saat ini, Qatar tidak dapat menjalankan peran tersebut karena harus memprioritaskan upaya menghadapi serangan Iran yang menyasar wilayahnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Baca Juga: Qatar Dihantam Serangan Rudal Iran, PM: Ada Pengkhianatan Besar

Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada Sabtu 28 Februari 2026.

Dalam operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Selain itu, sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dilaporkan terkena serangan bom.

Pemerintah Iran menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah melampaui 1.200 orang.

(Sumber: Antara)

x|close