Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa Ukraina mengerahkan ratusan jet tempur untuk menyerang Iran, bahkan disebut menggempur ibu kota Teheran. Unggahan tersebut disertai gambar yang memperlihatkan serangan udara besar serta narasi provokatif terkait aksi militer tersebut.
Dalam unggahan itu tertulis, “120 Jet tempur Ukraina gempur habis kota Taheran Iran
Zalensky: ini adalah balas dendam Ukraina untuk Iran”.
Namun demikian, klaim tersebut tidak terbukti kebenarannya. Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun laporan dari media kredibel yang menyebut adanya serangan militer Ukraina terhadap Iran, apalagi hingga melibatkan ratusan jet tempur.
Baca Juga: Iran Kecam Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon, Sebut Akibat Agresi Israel
Hasil pemeriksaan menggunakan alat AI Detector dari Hive Moderation juga menunjukkan bahwa konten visual dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sebesar 99,5 persen merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, laporan dari ANTARA menyebut bahwa Menteri Luar Negeri Ukraina justru menyerukan kepada Iran untuk menahan diri dan menghentikan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Hal ini menunjukkan tidak adanya indikasi keterlibatan Ukraina dalam serangan terhadap Iran.
Baca Juga: Iran Tegaskan Belum Ada Negosiasi Langsung dengan AS sampai Saat Ini
Dengan demikian, informasi yang menyebut Ukraina mengerahkan 120 jet tempur untuk menggempur Iran dipastikan tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks.
(Sumber: Antara)
Arsip - Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman (30/12/2025). (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) (Antara)