Ntvnews.id, Taheran - Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan. Dalam pernyataan resmi pada Senin, 30 Maret 2026, Teheran mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji.
Dalam keterangan tertulis, pihak Kedutaan Iran menilai tragedi itu sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik yang terus berlangsung di kawasan. Iran secara tegas menuding Israel, yang disebut mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan personel TNI tersebut.
"Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi Israel yang terus berlanjut, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat," tulis Kedutaan Besar Iran melalui akun X @IraninIndonesia.
Baca Juga: Tugas Selesai, Kontingen Garuda UNIFIL 2024 Pulang dari Lebanon
Iran juga menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi. Dalam hukum internasional, personel UNIFIL memiliki perlindungan khusus yang wajib dihormati oleh semua pihak yang terlibat konflik.
Pihak Kedutaan menambahkan bahwa tindakan menyerang penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan mendesak agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan markas besar PBB di New York guna mengusut kronologi kejadian serta memastikan langkah diplomatik yang diperlukan untuk menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur.
Arsip foto - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). (ANTARA/Anadolu)