Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah mulai mengambil langkah untuk menguasai Selat Hormuz dalam konteks konflik yang terus memanas dengan Iran.
Dalam wawancara dengan Channel 14 Israel pada Minggu, 29 Maret 2026, Trump menegaskan keyakinannya bahwa AS mampu mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut.
"Ya, tentu saja. Itu sudah terjadi," ujarnya saat ditanya mengenai kemampuan Amerika Serikat mengambil alih kendali Selat Hormuz.
Trump juga menyoroti hubungan dan koordinasi erat antara pemerintah AS dengan Benjamin Netanyahu dalam menghadapi Iran. Ia menyebut komunikasi kedua pihak berjalan sangat baik.
Baca Juga: Iran Klaim Gempur Target Strategis di Haifa Israel
"Koordinasi kami sangat erat. Kami memiliki hubungan yang baik. Tak bisa lebih baik lagi," katanya.
Lebih lanjut, Trump menyampaikan pandangannya bahwa Iran berada dalam posisi tertekan dan cenderung menginginkan kesepakatan.
"Saya pikir mereka sangat ingin melakukannya. Siapa pun akan menginginkan kesepakatan jika Anda sedang dihancurkan, bukan?" ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.
Baca Juga: Mahal Banget! Segini Biaya Sekali Lewat Selat Hormuz Iran, Bisa Tembus Rp 33,8 Miliar
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah lokasi yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan kawasan negara-negara Teluk.
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)