Canda Prabowo Soal Kenaikan Dolar: Mba Titiek Ini Pusing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 16:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

Ntvnews.id, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah dalam acara peresmian operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Meski demikian, ia menilai penguatan dolar tidak berdampak langsung bagi masyarakat di pedesaan.

Dalam sambutannya, Prabowo terlebih dahulu menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pemerintahan. Ia menyebut keberhasilan program koperasi desa tidak lepas dari kerja tim Kabinet Merah Putih.

"Saya terima kasih kepada Menko Pangan, semua menteri ini satu tim, karena tidak bisa tanpa tim. Kalau Mendagri tidak dukung, nggak bisa. Bupati-kepala desa tidak dukung, tidak bisa. TNI tidak dukung, tidak bisa, Kapolri tidak dukung, tidak bisa. Ini adalah teamwork. Menteri-menteri ada yang urus legalitas," papar Prabowo dalam sambutannya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia juga menyinggung peran para menteri dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menurutnya kini menjadi sorotan publik.

"Ada yang urus keuangan ya, Purbaya sekarang populer banget ya Purbaya. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah khawatir itu," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Optimistis KDKMP Jadi Kekuatan Pertumbuhan Ekonomi Desa

Prabowo kemudian menyinggung pelemahan rupiah, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak berpengaruh besar bagi masyarakat desa yang tidak bertransaksi dengan mata uang asing.

"Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa nggak pakai dolar, yang pusing yang itu yang suka ke luar negeri, hayo siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini," katanya sambil berseloroh.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengabsen sejumlah pejabat yang berlatar belakang pengusaha, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Ketua Umum Kadin Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie.

"Mana lagi nih yang menteri tapi pengusaha, coba kucek mana itu. Trenggono, ah Trenggono. Udah nggak ke luar negeri? Oh kau ke pulau-pulau, oke... oke," ujarnya.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk <b>(Istimewa)</b> Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam agenda nasional yang digelar di Kabupaten Nganjuk (Istimewa)

"Rosan, tapi nggak, dia udah botak. Lu duduk aja. Anin, Anin lu pusing, lu pengusaha lu, Kadin," sambungnya disambut tawa hadirin.

Meski nilai dolar menguat, Prabowo tetap optimistis terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Ia meminta seluruh elemen bangsa bersatu menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat, orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya pada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat, dari partai mana pun nggak ada urusan, dari semua parti ada patriot, ada juga yang brengsek-brengsek," katanya.

Baca Juga: Prabowo: MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus melakukan koreksi dan pengawasan bersama dalam menjalankan tugas negara.

"Aku juga sebagai Ketum Gerindra kapok, Gerindra lagi baru menang udah kayak begini, aku pusing. Nggak ada urusan, tindak, hukum, bener kan? Nggak ada eks TNI dia hebat, belum tentu, eks polisi, semua koreksi diri, jaga diri masing-masing, saling menegur, saling ingatkan, saling ingatkan," pungkasnya.

x|close