Sekjen PBB: Hentikan Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 06:19
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak deeskalasi dan penghentian konflik, di tengah operasi militer gabungan AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.

"Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia... Jika genderang perang terus berbunyi, eskalasi hanya akan memperburuk dampak konflik ini,” kata Guterres dalam konferensi pers, Kamis.

“Lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan," ujar dia, menegaskan.

Ia pun menegaskan perlunya dukungan untuk keberhasilan upaya penyelesaian konflik secara damai.

Guterres mengulangi seruannya kepada AS dan Israel untuk menghentikan serangan yang telah menyebabkan "penderitaan manusia yang luar biasa" dan mengakibatkan "konsekuensi yang menghancurkan."

Arsip foto- Orang-orang ikut serta dalam aksi protes dan pawai di Times Square pada Hari Al-Quds, untuk menentang perang gabungan AS-Israel terhadap Iran di New York, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2026. ANTARA/Mostafa Bassim/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto- Orang-orang ikut serta dalam aksi protes dan pawai di Times Square pada Hari Al-Quds, untuk menentang perang gabungan AS-Israel terhadap Iran di New York, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2026. ANTARA/Mostafa Bassim/Anadolu/pri. (Antara)

Dia juga meminta Iran untuk menahan diri dari melakukan serangan balasan lebih lanjut di Teluk Persia.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade Selat Hormuz—jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global—hingga memicu kenaikan harga energi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

ANTARA

x|close