Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Propaganda Hitam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 16:12
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet di Ankara, Turki, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/HO-Mustafa Kaya/aa) Arsip - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet di Ankara, Turki, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/HO-Mustafa Kaya/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Ankara - Kantor kepresidenan Turki

membantah keras kabar yang menyebut adanya pengiriman senjata dari Turki ke Iran, dan menilai informasi tersebut sebagai bentuk “propaganda hitam”.

Dalam pernyataan resmi, Pusat Pemberantasan Disinformasi (DMM) di bawah direktorat komunikasi kepresidenan menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah situs tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Laporan yang muncul di beberapa akun media sosial dan situs disinformasi, yang mengklaim bahwa 'Turki memasok Iran dengan rudal anti-pesawat modern dan rudal drone, dan bahwa jet tempur F-15 Amerika yang jatuh diduga terkena sistem pertahanan udara portabel Turki', itu sepenuhnya salah dan tidak benar," kata Pusat Pemberantasan Disinformasi (DMM) di direktorat komunikasi kantor kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas hingga 25 Persen Mulai 4 April 2026

Pemerintah Turki menilai klaim tersebut sebagai bagian dari serangan perang psikologis yang disengaja, sekaligus upaya propaganda untuk melemahkan peran aktif negara tersebut dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong jalur diplomasi.

Lebih lanjut, Turki menegaskan bahwa selama ini pihaknya konsisten mengedepankan pendekatan damai dalam menghadapi berbagai dinamika konflik di kawasan.

"Turki menunjukkan sikap yang didasarkan pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas dalam semua proses di kawasan ini. Operasi informasi yang bertujuan untuk melemahkan keberhasilan diplomatik negara kami yang diakui secara global tersebut bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional," demikian pernyataan kantor kepresidenan Turki itu.

Baca Juga: Bungkam Kosovo Skor 1-0, Turki Melaju ke Piala Dunia Setelah 24 Tahun Absen

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi memanipulasi opini publik dan memperkeruh situasi geopolitik.

x|close