Ntvnews.id, Istanbul - Otoritas energi Energy Market Regulatory Authority bersama perusahaan energi milik negara BOTAŞ mengumumkan kenaikan signifikan pada tarif listrik dan gas alam pada Jumat, 3 APRIL 2026, seiring meningkatnya biaya energi baik di tingkat global maupun domestik.
Kebijakan tarif baru tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Sabtu, 4 APRIL 2026**, dan diperkirakan menjadi salah satu kenaikan terbesar yang berdampak langsung pada rumah tangga serta sektor pertanian.
Berdasarkan keterangan EPDK, tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga akan mengalami kenaikan sebesar 25 persen.
Baca Juga: Italia Tantang Bosnia-Herzegovina, Turki Jumpa Kosovo
Sementara itu, tarif untuk sektor pertanian meningkat hingga 24,8 persen.
Untuk layanan publik maupun swasta yang terhubung ke jaringan tegangan rendah, kenaikan tarif mencapai 17,5 persen.
Di sisi lain, sektor industri dengan tegangan menengah hanya mengalami penyesuaian lebih rendah, yakni sebesar 5,8 persen.
Pada waktu yang sama, BOTAŞ juga mengumumkan bahwa harga gas alam grosir bagi pelanggan rumah tangga akan meningkat rata-rata sebesar 25 persen.
Selain itu, perusahaan tersebut tengah menerapkan sistem tarif bertingkat untuk konsumen rumah tangga sebagai upaya mengendalikan penggunaan energi.
Baca Juga: Bungkam Kosovo Skor 1-0, Turki Melaju ke Piala Dunia Setelah 24 Tahun Absen
Sektor industri turut terdampak kebijakan ini, dengan kenaikan harga gas rata-rata sebesar 18,61 persen.
Adapun gas alam untuk kebutuhan pembangkitan listrik mengalami kenaikan sebesar 19,42 persen.
Pihak otoritas energi menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini dipicu oleh tekanan yang terus meningkat pada biaya produksi serta distribusi energi.
Langkah tersebut juga tidak lepas dari melonjaknya harga energi global, yang dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap rantai pasokan di Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi minyak dan bahan bakar dunia.
( Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Negara Turki. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)