Putin dan Erdogan Serukan Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 06:27
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa Presiden Rusia Vladimir Putin. (ANTARA/Xinhua/Cao Yang/aa (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dan sepakat mendesak penghentian konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari AFP, Minggu, 5 April 2026, percakapan tersebut berlangsung dengan fokus utama membahas eskalasi perang yang tengah terjadi di kawasan tersebut.

Pihak Kremlin menyatakan kedua pemimpin memiliki pandangan yang sama terkait urgensi gencatan senjata serta pentingnya mendorong tercapainya kesepakatan damai.

"Para pemimpin mencatat kesamaan posisi mereka mengenai perlunya gencatan senjata segera dan pengembangan perjanjian perdamaian kompromi yang mempertimbangkan kepentingan sah semua negara di kawasan tersebut," demikian bunyi pernyataan itu.

Baca Juga: Menlu: Negara Berduka, Tiga Kusuma Bangsa Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

"Telah dicatat bahwa aksi militer yang intensif menyebabkan konsekuensi negatif yang serius tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global, termasuk di bidang energi, perdagangan, dan logistik," tambah Kremlin.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan aktivitas penerbangan internasional.

TERKINI

Load More
x|close