Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Iran hanya memiliki waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz. Ia memperingatkan Teheran akan menghadapi konsekuensi besar apabila tidak segera mencapai kesepakatan.
"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP, Minggu, 5 April 2026.
"Waktu hampir habis -- 48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka," kata Trump, menambahkan: "Segala kemuliaan bagi TUHAN!"
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump sempat mengancam akan “menghancurkan” fasilitas pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar, jika negara tersebut tidak segera membuka Selat Hormuz tanpa syarat dalam waktu 48 jam.
Baca Juga: Iran Ancam Targetkan Kedutaan Israel Jika...
Namun, dua hari setelah pernyataan itu, Trump menyebut telah terjadi “percakapan yang sangat baik dan produktif” dengan pihak Iran. Ia pun menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi tersebut selama lima hari.
Selanjutnya, tenggat waktu kembali diperpanjang hingga batas akhir yang dijadwalkan jatuh pada pukul 20.00 waktu setempat pada Senin (00.00 GMT Selasa).
Sejumlah pakar menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur energi sipil berpotensi dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Donald Trump mengatakan kepada The Telegraph: 'Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas. (Telegraph)