Debat Kedua Caketum HIPMI, Reynaldo Nilai Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mei 2026, 19:52
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Calon Ketua Umum BP HIPMI, Reynaldo Bryan dalam debat kedua di Bali. Calon Ketua Umum BP HIPMI, Reynaldo Bryan dalam debat kedua di Bali.

Ntvnews.id, Jakarta - Panitia Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggelar debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI di Bali. Debat yang berlangsung di Hotel Merusaka, Nusa Dua, pada Sabtu, 23 Mei 2026 itu, dihadiri langsung oleh empat Caketum.

Dalam debat kedua itu, Caketum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan mengatakan bahwa sektor pariwisata berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang masif dan berdampak nyata.

“Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memicu percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” demikian paparan Caketum Reynaldo saat debat.

Menurut Reynaldo, pada tahun 2025, sektor pariwisata telah menyerap 25,91 juta tenaga kerja di Indonesia dan berkontribusi sekitar 4-4,5 persen PDB.

“Tahun 2025 sektor pariwisata kita mencatat rekor gemilang dengan kunjungan sekitar 15,39 juta wisatawan mancanegara,” paparnya.

Meskipun begitu, ke depan, Reynaldo berharap pengembangan potensi pariwisata tidak hanya terfokus pada Jawa dan Bali, tapi sudah harus dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” jelasnya.

Jepang, kata Reynaldo berhasil menjalankan strategi pariwisata dengan sangat baik. Mereka fokus pada mengangkat budaya lokal, memberdayakan UMKM daerah, memperkuat digitalisasi pariwisata, serta membangun infrastruktur dan konektivitas untuk setiap daerah sehingga pariwisata mereka semakin terintegrasi.

Reynaldo berharap, Provinsi Bali bisa menjadi role model dan contoh bagaimana sebuah daerah bisa maju dan berkembang pesat hanya dengan mengoptimalkan potensi pariwisatanya.

“Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” ujar Reynaldo.

Reynaldo berjanji, kalau terpilih nanti, dirinya akan menjadikan organisasi HIPMI sebagai penggerak pariwisata di Indonesia. Dengan kemampuan dan jejaring yang dimiliki, HIPMI bisa ikut memajukan pariwisata Indonesia yang inklusif, modern, berkelanjutan dan mendunia.

x|close