Di Puncak May Day, Prabowo: Saya Tidak Rela Pejabat Pemerintah Berkerjasama dengan Pengusaha Brengsek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 12:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di May Day atau Hari Buruh Prabowo Subianto di May Day atau Hari Buruh (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh semangat di hadapan para buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional di Monas, Jumat, 1 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada kelompok pekerja seperti buruh, nelayan, dan petani, bukan hanya kepada kalangan pengusaha.

Ia juga mengingatkan para pejabat di bawah kepemimpinannya agar tidak membuat kebijakan yang merugikan rakyat kecil demi kepentingan segelintir pihak. Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan cita-cita perjuangannya.

"Bukan ini yang saya perjuangkan. Bukan negara yang dirampok oleh maling-maling. Saya tidak rela! Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia mengkritik keras pejabat yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat dengan bekerja sama dengan pengusaha yang dinilainya merugikan masyarakat.

"Saya tidak rela, pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat, justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha berengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Bakal Sita 8 Juta Hektare Lahan Perkebunan Ilegal di Akhir 2026

Meski demikian, Prabowo mengajak para buruh untuk tetap objektif dalam memandang dunia usaha. Ia menekankan bahwa tidak semua pengusaha memiliki niat buruk dan banyak di antaranya berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

"Tidak semua pengusaha serakah. Banyak yang bekerja dengan baik, banyak yang bekerja keras. Kita butuh mereka untuk ekonomi kita," ujar Prabowo.

Dalam penutup pidatonya, ia kembali mengingatkan para menteri agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.

"Saudara-saudara menteri, kalau ambil kebijakan berpikir dan bertanya apakah ini menguntungkan rakyat Indonesia? Kalau menguntungkan rakyat, laksanakan. Tidak usah ragu-ragu!" Prabowo mengingatkan menteri-menterinya.

x|close